Suara.com - Harga minyak dunia turun pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena laporan mingguan industri AS menunjukkan produksi domestik masih tinggi dan persediaan bahan bakar komersial berlimpah.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, kehilangan 74 sen menjadi ditutup pada 60,27 dolar AS per barel di perdagangan New York Mercantile Exchange.
Di perdagangan London, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 96 sen menjadi menetap di 63,49 dolar AS per barel.
Laporan mingguan resmi minyak AS menunjukkan produksi minyak mentah domestik naik tipis ke rekor 9,6 juta barel per hari dalam seminggu yang berakhir 19 Juni, dan bahwa stok minyak mentah, meskipun dalam pekan itu turun 4,9 juta barel, masih berada dekat rekor tertinggi di 463 juta barel.
Tidak ada dalam data yang menunjukkan bahwa industri minyak AS, ketika negara itu memasuki musim mengemudi liburan musim panas, berkurang kembali dalam menghadapi harga rendah.
"Sementara penarikan minyak mentah yang cukup besar, membangun persediaan bensin telah lebih dari mengimbangi itu," kata analis John Kilduff dari Again Capital.
"Bensin adalah fokus sepanjang tahun ini, dan persediaan mereka berlimpah. Kilang secara jelas memproduksi bensin pada volume tinggi ... dalam menghadapi permintaan yang sudah kuat." Namun demikian, harga minyak tetap dalam kisaran yang sama dalam dua bulan terakhir atau lebih, tertahan tanda-tanda peningkatan permintaan atau pemotongan oleh produsen-produsen besar, yang keduanya telah terjadi.
Pedagang juga telah memfokuskan perhatian mereka pada perundingan nuklir Iran, dengan enam hari untuk Teheran dan negara-negara besar untuk mencapai kesepakatan guna mengekang program nuklir negara itu yang akan memungkinkan pencabutan kontrol pada ekspor minyaknya. (Antara/AFP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion