Suara.com - Pemerintah hari ini melepas operasi pasar untuk menstabilkan harga sembako agar tidak mahal pada saat Ramadan dan menjelang puasa.
Kementerian Pertanian, Bulog serta Komisi IV DPR melakukan pelepasan operasi pasar di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Kamis (25/6/2015) pukul 08.00 WIB.
"Hari ini kita mengadakan operasi pasar, dan melepas 22 armada yang berisi beras, gula, minyak goreng, bawang dan cabe untuk diletakkan di 20 tempat strategis di Jabodetabek," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Bulog Fadzri Sentosa pada saat melepas Operas Pasar di Pasar Kramatjati.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan operasi ini tidak hanya dilakukan di Jabodetabek, tetapi seluruh Indonesia, dan akan berlangsung hingga lebaran tiba.
"Operasi pasar ini dalam langkah untuk menstabilkan harga-harga agar tidak melambung tinggi, pasokan sembako kita sampai saat tercukupi," kata Menteri Pertanian.
Dia mencontohkan untuk komoditas bawang saat ini ada sekitar 200 ribu ton, padahal kebutuhan nasional berkisar pada 90-100 ribu ton per bulan, oleh sebab itu Menteri juga memastikan tidak akan ada impor bawang hingga lebaran nanti.
Dia mengatakan operasi pasar ini adalah bentuk kerja sama antara beberapa lembaga dan kementerian, seperti Bulog, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan dan lainnya.
Manajer Pasar Induk Kramatjati Salam mengatakan adanya operasi ini tidak membuat harga pedagang menjadi anjlok, malah membuat harga menjadi stabil.
"Operasi ini tidak berpengaruh kepada pedagang, malah membantu pedagang dan harga semakin lama semakin turun karena pasokannya cukup," kata Salam.
Dia mengatakan harga di pasar induk bergantung pada pasokan yang masuk, jika pasokannya berlebih maka harga murah, jika pasokan berkurang maka harganya akan naik.
Seorang pembeli yang berbelanja di operasi pasar tersebut, mengatakan harga bawang yang dia beli adalah Rp17 ribu, lebih murah Rp2.000 dibandingkan dengan pasar lain.
Selain operasi pasar pemerintah juga mengadakan pasar murah selama Ramadan. (Antara)
Berita Terkait
-
Hati-hati Belanja Bulan Puasa, Kepala Ayam Busuk Beredar di Solo
-
Komisi V: Jangan Cuma Mudik, Arus Balik Juga Harus Diawasi
-
Ingin Tukar Uang di Yogya untuk Lebaran, Di Sini Tempatnya
-
Duit Rp4,3 Triliun sudah Disiapkan BI untuk Lebaran Warga Yogya
-
Ucapkan Ultah, Ketua DPR Sebut 54 Angka Keberuntungan Jokowi
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN
-
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya
-
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg
-
Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000
-
Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I
-
BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan
-
Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi
-
Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi
-
Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%
-
Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200