Hadirnya seorang anak dalam keluarga membawa perasaan bahagia tersendiri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Setelah sekian lama menunggu, wajar rasanya apabila kamu ingin memberikan segala sesuatu yang terbaik baginya, mulai dari melakukan kontrol kesehatan di rumah sakit yang mahal, membeli perlengkapan yang terbaik dan rela membayar gaji baby sitter yang mahal.
Semua itu sangat baik untuk dilakukan, tapi jangan lupa dengan keuangan keluargamu. Setelah punya anak, banyak hal yang harus kamu ubah, dan terutama adalah soal cara mengatur keuangan keluarga.
Pengeluaran keluarga setelah punya anak pasti akan melonjak karena segala kebutuhan yang dibutuhkan sang bayi dan keinginan kamu untuk memberikan segalanya yang terbaik tadi. Oleh karena itu, kamu harus mulai memikirkan bagaimana cara mengatur keuangan keluarga setelah punya anak. Banyak orang yang seringkali menganggap mengatur ulang keuangan keluarga sebagai sesuatu yang sepele, padahal hal ini memiliki dampak yang signifikan pada kehidupanmu dan buah hatimu.
Semuanya akan lebih baik jika kamu sudah memikirkan hal ini bahkan sebelum kamu punya anak, jadi kamu bisa siap pada saatnya nanti dan tidak perlu merasakan kesulitan finansial. Buat kamu yang ingin tahu bagaimana cara mengatur keuangan keluarga setelah punya anak, perhatikan cara-cara berikut ini.
1. Membuat Daftar Prioritas Pengeluaran
Mungkin kamu sudah pernah melakukannya pada saat baru menikah dulu, tapi sekarang kamu harus melakukannya lagi karena hadirnya sang buah hati. Ketika sudah punya anak, pasti semua prioritas pengeluaran akan berubah, nah itulah yang harus kamu sesuaikan, antara keuanganmu dan pos-pos pengeluaranmu yang bertambah.
Ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan pada saat membuat daftar prioritas pengeluaran, yaitu:
- Catat Pengeluaran Dalam Sebulan
Kamu harus mulai rajin mencatat semua pengeluaranmu dalam sebulan, baik itu kecil ataupun besar. Perhatikan dengan seksama, jangan sampai ada yang terlewat karena semakin detil catatanmu, akan semakin memudahkan kamu dalam menentukan prioritas pengeluaran.
- Tentukan Prioritas Pengeluaran
Setelah mencatat pengeluaran, sekarang saatnya kamu mengevaluasi pengeluaran dalam sebulan. Tentukan pos-pos mana yang harus diprioritaskan dan yang mana yang bisa kamu minimalisir. Lalu, tentukan besar anggaran pada tiap pos-pos yang diprioritaskan. Tindakan ini akan membantu untuk mengekang pengeluaranmu.
2. Lakukan Penghematan
Tentunya, yang harus kamu lakukan setelah memiliki daftar prioritas pengeluaran yang tidak sedikit itu adalah berhemat. Minimalisir pengeluaran untuk hal-hal yang bisa dihemat, seperti pemakaian listrik, bahan bakar kendaraan, atau biaya telepon rumah maupun telepon genggam.
Selain itu, kamu dan pasangan harus mulai mengurangi pengeluaran untuk diri masing-masing. Saat ini keluarkanlah uang untuk hal-hal yang diperlukan saja. Caranya adalah dengan mulai menahan diri dari membeli atau melakukan hobimu sedikit demi sedikit. Ingat, sekarang kamu memiliki tanggung jawab baru, yaitu sang anak.
Namun meski sang anak menjadi prioritas utama, kamu tetap harus membeli barang-barang baginya yang sesuai dengan kemampuanmu. Jangan memaksakan diri yang berujung pada hutang dan akan menyulitkan kondisi finansialmu. Jadilah bijak dalam mengeluarkan setiap peser uangmu.
3. Miliki Investasi Pendidikan
Biaya pendidikan setiap tahunnya semakin mahal, jadi jika kamu ingin anakmu mendapatkan pendidikan yang terbaik nantinya, kamu harus mulai mempersiapkannya dari jauh-jauh hari. Kamu harus memiliki investasi pendidikan. Ada 2 jenis investasi yang bisa dipakai untuk pendidikan anak, yaitu asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan. Namun kamu juga bisa memanfaatkan instrumen investasi lainnya untuk memenuhi dana pendidikan anakmu nanti.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum