Jika Anda lihat sekilas, bangunan yang diberi nama IBA Dock ini tampak seperti bangunan pada umumnya. Padahal bangunan tersebut merupakan bangunan yang dapat mengapung dan bisa dibongkar dan dipindahkan.
Didirikan oleh perusahaan arsitektur Jerman, Slawik Architekten, bangunan IBA Dock mengambil tema bangunan ramah lingkungan. Ini karena bangunan ini menggunakan sumber energi alami yang memanfaatkan matahari melalui panel fotovoltaik yang terpasang pada sistem bangunan dan temperatur permukaan air untuk memenuhi pasokan listrik.
IBA Dock sendiri dijadikan kompleks perkantoran terapung di atas sungai Elbe. Bangunan tersebut sengaja dibuat dapat mengapung di atas air agar siap menghadapi seberapa pun tingkat kenaikan air laut yang terjadi. Banyak yang menganggap konsep IBA Dock sangat cocok untuk hunian masa depan dengan strukturnya yang kokoh, tetapi bisa mengapung dan menyesuaikan diri dengan tingkat perubahan air yang terjadi.
Struktur bangunannya terbuat di atas beton pontoon yang kedap air sepanjang 43 meter dan setinggi 25 meter. Beton kedap air itulah yang membuat bangunan dapat terapung, sekalipun menghadapi gelombang pasang hingga 3,5 meter.
Bangunan IBA Dock sendiri memiliki tiga tingkat yang terdiri atas tiga modul kerangka baja rakitan yang masing-masing merupakan satu paket bagi langit-langit, dinding, dan lantai. Ketiga kerangka baja modular tersebut digabung menggunakan panel semen fiber dan dapat dibongkar serta dirakit ulang ketika dipindahkan ke tempat lain atau ketika menyeberangi bawah jembatan yang rendah.
Sedangkan dindingnya memiliki tebal 20 cm dan dapat menampung hingga 1600 orang. Bangunan apung yang kokoh. Maka tak heran jika biaya untuk pembangunnnya mencapai 8 jute Euro atau lebih dari Rp100 miliar. (Tri Andry)
| Published by Rumahku.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah
-
Saling Intip Pengaruh Ekonomi ASEAN, MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Bangun Poros MICE Regional
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur
-
Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas
-
BPS Catatkan Pulau Jawa Sumbang 57,24 Persen PDB Indonesia Triwulan I 2026
-
Dasco Akan Perjuangkan Buruh, Petani, Nelayan, Dapat Bagian 3 Juta Rumah Layak
-
Baru Satu Sesi IHSG, Saham BBRI Sudah Diborong Investor Hingga Rp259 Miliar
-
Apa Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa? Ini Perbandingan Sumber Dana, Besaran, dan Penerimanya
-
Faktor Pendorong Saham BBRI Meroket Hari Ini, 3 Analis Berikan Target Harga
-
Agus Gumiwang dan Purbaya Bahas Insentif Motor dan Mobil Listrik, Ini Dampaknya