Bisnis / Makro
Selasa, 05 Mei 2026 | 13:47 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi nasional. [Ist]
Baca 10 detik
  • BPS mencatat Pulau Jawa menyumbang 57,24 persen terhadap PDB Indonesia pada triwulan I 2026 melalui sektor industri dan perdagangan.
  • Ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen secara tahunan, dengan DKI Jakarta menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi di wilayah Pulau Jawa.
  • Wilayah Bali-Nusa Tenggara dan Sulawesi mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional serta performa ekonomi di Pulau Jawa.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Pulau Jawa masih menjadi pusat utama aktivitas ekonomi nasional pada triwulan I 2026, dengan kontribusi mencapai 57,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Dominasi tersebut menempatkan Jawa sebagai motor terbesar pertumbuhan ekonomi nasional, jauh di atas wilayah lain seperti Sumatera yang berkontribusi 22,08 persen.

“Ekonomi triwulan satu 2026 tumbuh positif di seluruh wilayah dan kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB adalah sebesar 57,24 persen diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22,08 persen,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Selasa (5/5/2026).

Secara umum, ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year), dengan Pulau Jawa tetap menjadi basis utama produksi, perdagangan, dan konsumsi nasional.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa mencapai 5,79 persen, berada di atas rata-rata nasional dan hanya kalah dari Bali-Nusa Tenggara serta Sulawesi.

“Pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Jawa terlihat di atas pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Amalia.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Fakhri]

Menurutnya, struktur ekonomi Jawa terutama ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi. Kombinasi sektor tersebut memperkuat posisi Jawa sebagai pusat manufaktur sekaligus konsumsi domestik terbesar.

“Sumber pertumbuhan utama di Pulau Jawa adalah industri pengolahan, perdagangan, dan infokom,” kata dia.

Di tingkat provinsi, DKI Jakarta masih menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi di Jawa dengan andil 1,58 persen.

Baca Juga: Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%

“Provinsi di Pulau Jawa yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi masih dari DKI Jakarta dengan andil pertumbuhan 1,58 persen,” ungkapnya.

Meski demikian, BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa mulai menguat. Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,93 persen, sementara Sulawesi tumbuh 6,95 persen.

Load More