- BPS mencatat Pulau Jawa menyumbang 57,24 persen terhadap PDB Indonesia pada triwulan I 2026 melalui sektor industri dan perdagangan.
- Ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen secara tahunan, dengan DKI Jakarta menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi di wilayah Pulau Jawa.
- Wilayah Bali-Nusa Tenggara dan Sulawesi mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional serta performa ekonomi di Pulau Jawa.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Pulau Jawa masih menjadi pusat utama aktivitas ekonomi nasional pada triwulan I 2026, dengan kontribusi mencapai 57,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Dominasi tersebut menempatkan Jawa sebagai motor terbesar pertumbuhan ekonomi nasional, jauh di atas wilayah lain seperti Sumatera yang berkontribusi 22,08 persen.
“Ekonomi triwulan satu 2026 tumbuh positif di seluruh wilayah dan kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB adalah sebesar 57,24 persen diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 22,08 persen,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Selasa (5/5/2026).
Secara umum, ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year), dengan Pulau Jawa tetap menjadi basis utama produksi, perdagangan, dan konsumsi nasional.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa mencapai 5,79 persen, berada di atas rata-rata nasional dan hanya kalah dari Bali-Nusa Tenggara serta Sulawesi.
“Pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Jawa terlihat di atas pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Amalia.
Menurutnya, struktur ekonomi Jawa terutama ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi. Kombinasi sektor tersebut memperkuat posisi Jawa sebagai pusat manufaktur sekaligus konsumsi domestik terbesar.
“Sumber pertumbuhan utama di Pulau Jawa adalah industri pengolahan, perdagangan, dan infokom,” kata dia.
Di tingkat provinsi, DKI Jakarta masih menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi di Jawa dengan andil 1,58 persen.
Baca Juga: Sektor Pertambangan hingga Listrik Melemah, Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Terkontraksi 0,77%
“Provinsi di Pulau Jawa yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi masih dari DKI Jakarta dengan andil pertumbuhan 1,58 persen,” ungkapnya.
Meski demikian, BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi di luar Jawa mulai menguat. Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,93 persen, sementara Sulawesi tumbuh 6,95 persen.
Berita Terkait
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Harga Minyak Goreng Naik Hampir di Seluruh Indonesia
-
Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif
-
Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini
-
Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026