- Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco berkomitmen mengawal akses prioritas program tiga juta rumah bagi buruh, petani, dan nelayan.
- Dasco akan berkoordinasi dengan Menteri Perumahan untuk memastikan implementasi program tepat sasaran sesuai aspirasi masyarakat dan KPA.
- Konsorsium Pembaruan Agraria menegaskan bahwa pemenuhan hunian layak harus menjadi bagian dari reforma agraria demi kesejahteraan kelompok marginal.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan komitmennya untuk mengawal agar kelompok marginal terutama buruh, petani, hingga nelayan, mendapatkan akses prioritas dalam program pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Langkah konkret ini diambil Dasco sebagai respons atas aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya kelompok pekerja yang selama ini kesulitan memiliki rumah di tengah melambungnya harga properti.
Ketua Harian Partai Gerindra tersebut bahkan berencana melakukan koordinasi intensif dengan jajaran eksekutif, guna memastikan implementasi program ini tepat sasaran.
“Kita akan cari waktu, bersama Menteri Perumahan yang punya program 3 juta rumah, agar beberapa persen dari totalnya diaplikasikan kepada buruh, sehingga bisa mendapat rumah yang layak," kata Dasco, dikutip hari Selasa (5/5/2026).
Kolaborasi Strategis dengan Kementerian Perumahan
Rencana Dasco untuk menemui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, itu merupakan jawaban tuntutan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) saat beraudiensi pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5) pekan lalu.
Dalam audiensi itu, Sekretaris Jenderal KPA Dewi Sartika mengingatkan pemerintah, kebutuhan rumah bukan hanya persoalan warga perkotaan atau buruh pabrik semata.
Menurut Dewi, integrasi antara program perumahan dan agenda reforma agraria adalah kunci keberhasilan pengentasan kemiskinan secara struktural.
Ia menilai, petani di perdesaan dan nelayan di pesisir juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan hunian layak sebagai bagian dari kedaulatan ruang hidup mereka.
Baca Juga: Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'
“Seharusnya, program 3 juta rumah untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), baik buruh, petani atau nelayan, dimasukkan sebagai bagian kerangka reforma agraria di perdesaan maupun kota," kata Dewi.
Lebih dari Sekadar Cicilan Murah
Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam diskusi tersebut adalah, prinsip dasar pembangunan perumahan.
KPA memperingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada pendekatan finansial semata, seperti sekadar memberikan skema kredit yang panjang.
Baginya, esensi dari reforma agraria adalah pemenuhan hak dasar manusia atas tempat tinggal yang mendukung produktivitas dan keberlanjutan hidup.
“Ini bukan soal sistem cicilan harus berbunga rendah atau bukan. Kalau seperti itu, bukan reforma agraria. Semua harus diawali dengan prinsip pemenuhan hak dasar perumahan yang layak serta akses mudah kepada sumber penghidupan."
Tag
Berita Terkait
-
Dasco: Kita Bikin UU Ketenagakerjaan yang Baru, Silakan Buruh yang 'Masak'
-
Dasco: Pemerintah Akan Ambilalih 'Perusahan Sakit' agar Tak Ada PHK Buruh
-
Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan
-
'Nasionalisasi Aplikator Ojol', Dasco: Potongan Kawan-kawan Driver Diturunkan
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak
-
Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa
-
Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!
-
Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi
-
Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok
-
Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya