Suara.com - Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara Aloysius Kiik Ro mengemukakan empat perusahaan pelat merah pada 2016 akan menerbitkan saham baru (right issue).
"Nilai emisinya belum bisa dipublikasi karena harus melaksanakan rapat umum pemegang saham (RUPS) terlebih dahulu," ujar Aloysius Kiik Ro di Jakarta, Selasa.
Ia mengemukakan Kementerian BUMN akan mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui mekanisme "right issue". Itu dilakukan agar perusahaan pelat merah dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang ditangani.
Rencananya, lanjut dia, BUMN yang akan melakukan "rights issue" pada tahun 2016 mendatang yakni PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menambahkan bahwa pihaknya siap membantu untuk memberikan penjelasan kepada BUMN mengenai mekanisme pelaksanaannya.
"Kalau diperlukan OJK siap membantu, misal bantuan persiapan seperti admnistratif, dokumen dan lainnya. OJK juga bisa kasih penjelesan," katanya.
Nurhaida mengatakan bahwa pendanaan melalui pasar modal kepada BUMN dan entitas anak merupakan pilihan strategis dalam rangka mengembangkan usahanya mengingat likuiditas pembiayaan konvensional melalui perbankan semakin terbatas.
Ia menjelaskan bahwa pasar modal menyediakan sarana pembiayaan jangka panjang yang dapat mendukung kebutuhan dan kegiatan bisnis perseroan. Solvabilitas perseroan juga akan menjadi tinggi karena perseroan dapat diperhatikan oleh masyarakat dan komunitas keuangan sehingga dapat memperbaiki citra perseroan.
Selain itu, lanjut dia, risiko finansial lebih ringan karena pemegang saham diberikan deviden yang besarnya sesuai dengan keuntungan yang dihasilkan oleh perseroan. Dan, perseroan menjadi lebih fokus dan bertanggung jawab dalam mengelola dana dengan jumlah cukup besar yang diperoleh dari kegiatan di pasar modal. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan
-
Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026
-
RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
-
Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara