Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonero menyatakan, pemerintah belum bisa memastikan apakah akan merevisi asumsi harga minyak dalam APBN 2016.
Dalam draft sementara APBN 2016, pemerintah mengasumsikan rata-rata harga minyak mentah sebesar 60 dolar AS per barel. Sementara proyeksi analis asing terhadap harga minyak dunia yang akan menembus pada level terendah hingga 10 dolar AS-20 dolar AS per barel.
“Belum, belum itu kita masih bicarakan. Kita lihat dulu bagaimana tren penurunan minyak globalnya, jadi besarannya sudah jelas,” kata Bambang saat ditemui di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2015).
Bambang menjelaskan, anjloknya harga minyak dunia tersebut karena terjadi perang harga minyak, sehingga diramalkan harga minyak dunia anjlok ke level 10 dolar AS per barel.
"Itu karena ada price war oil. Makanya kita pastikan dulu bagaimana tren penurunannya. Kalau memang dipastikan menurun mungkin akan ada revisi,” katanya.
Namun, lanjut Bambang pelemahan harga minyak dunia juga memberi keuntungan bagi PT Pertamina (Persero) karena Indonesia masih mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Dampaknya penerimaan turun, dan beban Pertamina untuk BBM bersubsidi juga turun," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
IHSG Hari Ini: Analis Sarankan Fokus Saham 'Big Banks' dan Konglomerasi, Kenapa?
-
Diversifikasi Aset ke Luar Negeri, Strategi Timeless Amankan Kekayaan?
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ