Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menegaskan bahwa pembangunan kereta cepat atau High Speed Railways (HSR) nantinya tidak boleh menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kalau saya yang milih maka kriterianya cuma satu, kereta cepat tidak boleh pakai APBN," kata Bambang saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).
Dana APBN melalui pernyertaan Modal Negara (PMN) juga tidak akan digunakan untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut. "Mau PMN, mau APBN dan lain-lain sejenisnya itu juga nggak lah. Itu menurut saya," katanya.
Seperti diketahu, dua investor dari negara yang berkompertisi untuk menggarap proyek kereta cepat ini, yakni Cina dan Jepang.
Berdasarkan proposal yang diajukan oleh Cina, negeri tirai bambu ini mengaja BUMN untuk melakukan konsorsium dalam menggarap proyek yang bernilai Rp74,25 triliun ini. Proyek yang diusulkan China memiliki nilai investasi sebesar 5,5 miliar dolar AS, di mana 25 persen pendanaannya direncanakan dari patungan modal antara BUMN lokal dengan China.
Sementara 75 persen sisanya merupakan pinjaman dengan tenor 40 tahun dan bunga 2 persen per tahunnya. Apabila menang tender, Cina berjanji akam memulai proyeknya pada September tahun ini dan selesai pada 2018 mendatang.
Sementara Jepang menawarkan usulan proyek dengan nilai investasi sebesar 6,2 miliar dolar AS, di mana 75 persennya akan dibayar menggunakan pinjaman dengan tenor 40 tahun dan bunga pinjaman sebesar 0,1 persen. Proyek Jepang akan dimulai selama lima tahun, yaitu antara tahun 2015 hingga 2021.
Namun, hingga saat ini pemerintah belum memutuskan siapa yang menjadi pemenang tender dalam proyek ini. Rencananya, Menko Perekonomian Darmin Nasution akan segera menyerahkan hasil rekomendasi kereta cepat kepada Presiden dan bisa langsung diputuskan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek