Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik Suryamin mengatakan sektor pertanian memiliki peranan penting dalam membangkitkan perekonomian. Pertanian mendorong pembangunan nasional.
Suryamin mencatat pertumbuhan di beberapa subsektor yang cukup signifikan di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang sedang melambat saat ini. Sektor perekonomian tumbuh 8 persen di kuartal I, namun turun di kuartal II.
"Tapi ini masih tumbuh positif. Ini membuktikan kalau sektor pertanian bisa tumbuh dan mendorong pembangunan nasional," kata Suryamin dalam 'Seminar Data Statistik Nasional' di Gedung BPS, Selasa (22/9/2015).
Tingginya pertumbuhan di beberapa subsektor pertanian ini mampu menyerap spertiga tenaga kerja yang ada di Indonesia. Makanya tidak heran jika Presiden Joko Widodo menjadi sektor pertanian sebagai pendongkrak perekonomian di Indonesia.
"Karena memiliki potensi yang sangat besar. Makanya nggak salah keputusan Pak Jokowi yang menjadikan sektor pertanian sebagai program prioritas dan pendorong perekonomian," katanya.
Meski memiliki banyak potensi, lanjut dia, namun sayang belum dimanfaatkan dengan baik dan terkadang masih diabaikan oleh pemerintah.
"Ya contohnya konsumsi daging sapi masih besar. Padahal bisa dialihkan ke ikan kan. Kalau konsumsi meningkat pasti orang pada mau jadi nelayan kan. Makanya itu kita perlu dorong ini terus agar pertanian bisa benar-benar diprioritaskan oleh pemerintah," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026