Suara.com - Serikat Karyawan PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (SKJLJ) mengancam akan mogok kerja untuk menolak pembentukan anak perusahaan baru PT Jasa Marga, yaitu PT Jasa Layanan Operasi (JLO) karena dinilai dilatarbelakangi kepentingan subjektif.
"PT JLO akan mengambil alih sebagian ruas jalan tol Pondok Pinang-Kampung Rambutan-Rorotan yang selama ini dikelola PT JLJ. PT JLO juga akan mengambil sebagian pekerja kontrak PT JLJ," kata Mirah Sumirat melalui siaran pers diterima di Jakarta, Selasa (6/10/2015).
Mirah yang juga Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia, federasi yang membawahi SKJLJ, mengatakan PT JLO akan mengambil alih 3.000 pekerja kontrak PT JLJ.
Padahal, pada 13 Juni 2014 telah ada kesepakatan antara Direktur SDM dan Umum PT Jasa Marga dengan Direktur Utama PT JLJ, yang intinya akan mengangkat seluruh pekerja kontrak di PT JLJ menjadi pekerja tetap. "Seharusnya, pada November 2015 sebanyak 3.000 pekerja kontrak itu diangkat menjadi pekerja tetap di PT JLJ dan mendapat kesejahteraan sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja bersama," tuturnya.
Mirah mengatakan kesejahteraan berupa gaji, tunjangan dan bonus itu tidak akan diterima pekerja bila dialihkan ke PT JLO, apalagi bila dengan status pekerja kontrak.
"Para pekerja telah siap melakukan aksi unjuk rasa maupun mogok kerja apabila PT Jasa Marga tetap memaksakan pengalihan pekerja tersebut. PT Jasa Marga dan PT JLJ telah melakukan wanprestasi atas janji dan kesepakatan yang dibuat terkait pengangkatan pekerja tetap di PT JLJ," katanya.
Selain permasalahan pekerja kontrak tersebut, Mirah menilai pembentukan PT JLO juga sarat kepentingan subjektif. PT JLO akan mengambil alih ruas Kampung Rambutan-Rorotan yang selama ini dikelola PT JLJ mulai dari Pondok Pinang.
Menurut Mirah, pengambilalihan itu tidak memiliki urgansi karena PT JLJ sebagai anak perusahaan PT Jasa Marga selama ini sudah mengelola ruas jalan tol Pondok Pinang-Kampung Rambutan-Rorotan dengan baik dan memberikan keuntungan yang maksimal kepada PT Jasa Marga.
"PT JLJ telah memberikan keuntungan kepada PT Jasa Marga sebesar Rp1,602 triliun pada 2012, Rp1,336 Triliun pada 2013 dan Rp1,402 Trilyun pada 2014," katanya.
Terkait sikap SKJLJ tersebut, Sekretaris Jenderal Aspek Indonesia Sabda Pranawa Djati menyatakan kesiapannya untuk mengadvokasi.
"Ada indikasi pembentukan anak perusahaan baru itu karena PT Jasa Marga ingin lari dari tanggung jawab untuk mengangkat 3.000 pekerja kontrak di PT JLJ yang sebelumnya merupakan pekerja alih daya di PT Jasa Marga," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030
-
IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
-
Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
-
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah
-
Usai Bea Cukai, Purbaya Kini Ancam Pegawai Pajak: Rotasi ke Tempat Terpencil hingga Dirumahkan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Ada Bantuan Hukum ke Pegawai Pajak, Purbaya Klarifikasi: Masih Pegawai, Tak Ada Intervensi
-
Harga Perak Cetak Rekor! Aset Safe Haven Meroket Imbas Konflik Greenland Hingga Iran