Bisnis / Energi
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:44 WIB
Areal kerja Pertamina Geothermal Energy Lumut Balai. [Dok PGE]
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) memulai proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW di Sumatera Selatan pada 12 Januari 2026.
  • Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2030 sebagai bagian dari arah strategis nasional.
  • PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang 727 MW dan mendukung target kapasitas terpasang mandiri nasional jangka panjang.

Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) secara resmi mulai mengeksekusi proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 yang memiliki kapasitas 55 megawatt (MW) melalui kick-off meeting yang dilaksanakan pada Senin (12/1/2026). Ditargetkan PLTP yang berada WKP Lumut Balai, Sumatera Selatan tersebut akan mulai beroperasi secara penuh pada 2030.

"Kick off meeting ini menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh aspek proyek, baik dari sisi teknis, perizinan, pendanaan, maupun pengelolaan risiko. Pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia kini memasuki fase yang semakin krusial, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RUPTL periode 2025-2034," kata Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani lewat keterangannya pada Rabu (14/1/2026).

Ahmad menjelaskan proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 menjadi bagian dari arah strategis pemerintah. Selain itu, juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book 2025-2029 Kementerian PPN/Bappenas.

Proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan pengembangan dari proyek PLTP Lumut Balai Unit 2 yang memiliki kapasitas 55 MW dan mulai beroperasi sejak Juni 2025.

Hal tersebut mendukung target kapasitas terpasang mandiri sebesar 1 GW dalam 2–3 tahun ke depan dan 1,8 GW pada 2033. Saat ini, PGE telah memetakan potensi panas bumi hingga 3 GW di 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri sebagai fondasi pengembangan jangka panjang.

"Melalui pengembangan ini, PGE menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas panas bumi nasional secara berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang terus meningkat,” kata Ahmad.

Ahmad menambahkan industri panas bumi juga memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Sepanjang 2010–2024, sektor ini mencatatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp 21,43 triliun, sekaligus memberikan manfaat langsung bagi daerah penghasil melalui Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp 10,82 triliun pada periode 2019–2024.

Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi, serta tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, antara lain PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW, serta beberapa proyek co-generation bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.

Baca Juga: Bos Pertamina Geothermal Energy Berambisi Jadi Raksasa Energi Hijau

Load More