Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pagi ini bergerak menguat sebesar 71 poin menjadi Rp13.483 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.412 per dolar AS.
"Pernyataan Wakil Ketua Bank Sentral AS (Federal Reserve) Stanley Fischer yang masih melihat adanya peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini menjadi salah satu sentimen yang mendorong dolar AS kembali bergerak menguat," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (12/10/2015).
Ia menambahkan bahwa pelaku pasar saat ini juga sedang menanti pidato dari pejabat Federal Reserve lainnya yakni Dennis Lockhart dan Charles Evans. Jika keduanya memberikan pernyataan yang mendukung kenaikan suku bunga pada tahun ini, kemungkinan dapat menggairahkan kembali mata uang dolar AS.
Ariston mengatakan bahwa pejabat Federal Reserve saat ini sedang memonitor kondisi pasar kerjanya dan situasi internasional untuk menentukan waktu kenaikan suku bunga. Perlambatan di dalam ekonomi Cina dan melambatnya perekonomian dunia dapat membuat the Fed menahan diri untuk mengubah kebijakan suku bunganya.
"Para pembuat kebijakan Federal Reserve AS masih mungkin untuk menaikan suku bunga pada tahun ini, namun itu dapat berubah jika ekonomi global yang masih melambat berdampak pada ekonomi AS," katanya.
Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan bahwa faktor internal yang cukup positif masih menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada pekan ini pelaku pasar uang di dalam negeri sedang menanti data neraca perdagangan yang diperkirakan kembali mencatatkan surplus.
"Sentimen dolar AS masih melemah di pasar global, situasi itu membuat nilai tukar rupiah kembali berpeluang menguat terhadap dolar AS, apalagi sentimen internal masih terbilang positif," katanya (Antara).
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026
-
UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
-
Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI
-
Kejar 100 GW PLTS, Pemerintah Percepat Transisi Energi Nasional
-
IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Hari Ini Naik, Cek Data Kenaikan Sejak Sabtu
-
Klarifikasi Tanggapi Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar: Bukan Bagian BNI
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi