Suara.com - Indonesia masih tetap menjadi salah satu produsen karet terbesar dunia atau peringkat kedua. Besaran produksi karet tahun 2014 sebesar 3.200.000 ton.
"Indonesia pada 2014 dinyatakan menjadi produsen terbesar kedua setelah Thailand yang mencatatkan produksi 3.979.000 ton," kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), Edy Irwansyah di Medan, Senin (12/10/2015).
Peringkat ketiga penghasil karet terbesar dunia adalah Vietnam 1.042.000 ton. Untuk tahun 2015, kata dia, ada prediksi produksi karet Indonesia dan negara lain mengalami penurunan.
Asumsi itu mengacu pada perhitungan adanya gangguan cuaca dan termasuk kurangnya perawatan petani dampak permintaan dan harga jual yang anjlok. Harga karet di pasar internasional misalnya dewasa ini sekitar 1,3 dolar AS per kg.
Akibat anjloknya harga di luar negeri, maka harga bahan olah karet rakyat atau bokar juga ikut tertekan.
"Kondisi itu membuat petani malas menderes/menyadap dan beralih ke pekerjaan lain," katanya.
Nilai ekspor Sumut dari karet dan barang dari karet sendiri hingga Agustus 2015 turun 22, 55 persen atau menjadi 800, 864 juta dolar AS. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media
-
Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi