Suara.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah berjalan satu tahun. Masih banyak tugas, terutama ekonomi, yang harus diselesaikan.
"Satu tahun sudah dilewati, kita dihadapkan kondisi ekonomi dunia yang cenderung tidak baik. Ini menekan pada ekonomi nasional dan berdampak pada seluruh bidang pembangunan," kata Deputi Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Leonard Tampubolon di gedung kampus S2 Paramadina, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2015).
Leonard menambahkan anjloknya harga komoditas barang mengakibatkan ekonomi memburuk di berbagai negara-negara yang mengandalkan komoditas, termasuk Indonesia. Seperti diketahui, 55 persen ekspor Indonesia ditopang oleh komoditas.
Lebih jauh, Leonard mengatakan pemerintah sudah bekerja untuk memberantas mafia impor dan illegal fishing serta menjaga stabilitas makroekonomi melalui paket kebijakan. Akan tetapi, kata dia, masih banyak masalah yang harus diselesaikan.
Tantangan pemerintah ke depan, kata dia, meningkatkan investasi karena sumber pertumbuhan ekonomi berlangsung pada titik tersebut.
"Jadi, masih banyak PR dan masalah yang harus diselesaikan pemerintah," katanya. (Muhamad Ridwan)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028
-
Tingkat Kecelakaan Roda Dua Tinggi, Mitra Driver Kini Diberi Asuransi Gratis
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Uji Jalan Rampung di Mei, Penerapan B50 Serempak pada Juli 2026
-
Daftar Kode SWIFT BRI Semua Daerah dan Cara Pakai Transfer Internasional
-
World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
-
Kejar Target Produksi, SKK Migas Bakal Pakai Teknologi Triple 100
-
Heboh Gugatan Rp119 Triliun: Bos CMNP Sampai Buka Suara