Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan program Jangkau Sinergi dan "Guideline" atau Jaring telah merealisasikan penyaluran kredit baru ke sektor kelautan dan perikanan oleh bank "partner", hingga sampai dengan akhir September 2015 telah mencapai Rp4,41 triliun.
"Realisasipenyaluran kredit baru (gross) ke sektor kelautan dan perikanan (KP) telah mencapai Rp4,41 triliun atau 82,09 persen dari target agregat delapan bank partner," kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Mulya E. Siregar saat jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/11/2015).
Mulya menjelaskan agregat delapan bank partner dalam program Jaring OJK pada tahun 2015 ini adalah sebesar Rp5,37 triliun. Dengan capaian sampai September tersebut, lanjut dia, beberapa bank telah mencapai bahkan melebihi target penyaluran kredit gross.
"Merela adalah BTPN, BRI dan BPD Sulselbar," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Bank OJK Slamet Edy Purnomo menjelaskan program Jaring OJK ini akan memberikan peningkatan akses pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan, sehingga berperan dalam memperbaiki tingkat kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha mikro dan kecil dengan meningkatkan pendapatan per kapita, maupun menambah jumlah lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan nasional.
"Program Jaring bertujuan menjawab kebutuhan 'stakeholders' (pemangku kepentingan) terhadap informasi tentang database Kelautan dan Perikanan, skema pembiayaan, pemetaan risiko bisnis dan dukungan regulasi dari otoritas terkait," ujar Slamet.
Terkait dengan realisasi kreedit hingga bulan September 2015 yang mencapai Rp4,41 triliun rupiah atau hampir 82 persen, dari target yang dicapai sampai akhir tahun sebesar Rp5,37 triliun, Slamet mengatakan ini sudah sangat besar dan dirinya meyakini target akan terpenuhi pada akhir tahun 2015 ini.
"Lebih dari Rp4 triliun, saya pikir ini sudah sangat besar. Target saya yakin tercapai bahkan bisa lebih karena ada penambahan bank partner baru dalam program," tuturnya.
Dalam pembiayaan tersebut pada sektor kelautan dan perikanan tersebut delapan bank yang menjadi penyalur kredit yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Danamon Indonesia, BTPN, Bank Permata, Bank Bukopin, dan BPD Sulselbar.
Untuk sasaran jangka pendek program Jaring di antaranya menyediakan infrastruktur kepada sektor jasa keuangan (SJK) dalam meningkatkan pembiayaan kepada sektor kelautan dan perikanan sebesar 50 persen pada 2015.
Pembiayaan ini, meliputi penyediaan data dan informasi yang komprehensif mengenai sektor Kelautan dan Perikanan kepada SJK yang dituangkan dalam bentuk berisikan data informasi potensi bisnis dan peta risiko maupun sema pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan.
Pihak OJK sebelumnya menjelaskan, sasaran jangka pendek program Jaring ini adalah menyediakan infrastruktur kepada sektor jasa keuangan dalam meningkatkan pembiayaan kepada sektor kelautan dan perikanan sebesar lebih dari 50 persen dari tahun sebelumnya.
Dari informasi yang dihimmpun Antara, total pembiayaan delapan bank fdan konsorsium Industri Keuangan Non Bank (IKNB) pada sektor KP pada Desember 2014 adalah Rp10,8 triliun.
Komitmen pertumbuhan pembiayaan ke sektor KP pada Desember 2015 diproyeksi akan memiliki rata rata pertumbuhan gross sebesar 66,2 persen dari Desember 2014 dengan nilai hingga Rp7,2 triliun. (Antara)
Berita Terkait
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Ekspor Produk Perikanan Capai 6,27 Miliar Dolar AS di 2025, Tertinggi dalam 5 Tahun
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar
-
Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik, ESDM Ungkap Penyebabnya