- PT SMI berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 8-10 triliun pada tahun 2026 untuk menarik partisipasi investor publik.
- PT SMI memiliki mandat sebagai agen pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan.
- Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari transformasi PT SMI menjadi DFI yang lebih adaptif dan inklusif.
Suara.com - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI berencana meluncurkan obligasi senilai Rp 8 triliun hingga Rp 10 triliun sepanjang tahun 2026. Hal ini dimaksudkan demi menarik investor publik, khususnya kalangan masyarakat umum.
"Terkait dengan rencana penerbitan obligasi tahun 2026 ini di kisaran Rp 8-10 triliun," kata Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti dalam Media Briefing PT SMI di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Sementara itu Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah menjelaskan bahwa sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), PT SMI memiliki mandat untuk menjadi agen pembangunan berkelanjutan yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan bangsa.
Dalam menjalankan mandat tersebut, PT SMI memastikan setiap pembiayaan yang disalurkan tidak hanya memenuhi kebutuhan proyek, tetapi juga memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang terukur.
Ia menilai kalau pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur, merupakan fondasi penting bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Ketersediaan infrastruktur yang memadai memperkuat konektivitas, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Namun seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan nasional, diperlukan skema pendanaan yang lebih kuat, kolaboratif, dan beragam.
Namun seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan nasional, diperlukan skema pendanaan yang lebih kuat, kolaboratif, dan beragam. PT SMI memandang bahwa keterlibatan masyarakat menjadi clemen penting untuk memperluas kapasitas pendanaan pembangunan.
"Dengan memperbesar ruang partisipasi masyarakat, pembangunan dapat berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan tanpa bergantung pada satu atau dua sumber pembiayaan saja," katanya.
Reynaldi menyebut bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi Perseroan menjadi Development Finance Institution (DFI) yang semakin adaptif dan inklusif.
Baca Juga: PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
"Sebagai fiscal tool Pemerintah, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan nasional berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Rencana peluncuran instrumen investasi ini merupakan langkah untuk memperluas partisipasi publik dan menghubungkan masyarakat secara langsung dengan agenda pembangunan nasional yang berorientasi jangka panjang," papar dia.
Berita Terkait
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
Kilau Berkah Ramadan: Tring! by Pegadaian Hadirkan Festival Seru di 10 Kota Besar Indonesia
-
Inflasi Februari 4,76% YoY, Kemenkeu Jamin Harga Pangan Aman di Ramadan-Lebaran
-
Danantara-INA Guyur Dana Rp 3,36 T ke Proyek Pabrik Kimia Milik Prajogo Pangestu
-
Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange