- PT SMI menyatakan pembiayaan proyek infrastruktur aman meskipun ada konflik geopolitik di Timur Tengah.
- Mayoritas pembiayaan proyek infrastruktur PT SMI, sekitar 75-80 persen, menggunakan mata uang Rupiah.
- Dampak fluktuasi mata uang asing minimal, namun proyek pembangunan dengan komponen impor bisa terganggu.
Suara.com - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengklaim kalau pembiayaan proyek mereka masih aman di tengah konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah menyebut kalau pembiayaan proyek infrastruktur yang didanai oleh lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu didominasi oleh mata uang Rupiah.
"Perlu saya sampaikan bahwa dari proyek-proyek infrastruktur yang kita biayai, hampir 75-80 persen itu proyek-proyek yang bermata uang Rupiah," katanya dalam Media Briefing PT SMI di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Ia memastikan kalau fluktuasi mata uang asing terhadap proyek yang didanai PT SMI secara keseluruhan tidak terlalu besar.
"Terlihat dari portofolio proyeknya, 80 persen mata uang Rupiah, hanya sebagian kecil proyek-proyek infrastruktur menggunakan mata uang asing. Sehingga fluktuasi daripada mata uang asing itu harusnya minimal," lanjut dia.
Reynaldi menyebut kalau efek perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang terjadi di Kawasan Timur Tengah lebih berdampak pada sisi pemilik proyek, khususnya yang masih dalam tahap pembangunan.
Ia mencontohkan, beberapa proyek infrastruktur masih memerlukan komponen impor seperti turbin, pipa, hingga alat lain yang kemungkinan bisa mengganggu keberlanjutan proyek.
"Seperti yang kita ketahui, khususnya belakangan ini di pelabuhan ataupun transportasi laut," imbuhnya.
"Jadi kalau proyek-proyeknya itu sendiri dari sisi kita dengan ini mungkin belum terlihat terlalu signifikan. Tapi mungkin kalau saya bisa menjawab dari sisi proyek-proyek itu yang sedang berproses pembangunan," jelas dia.
Baca Juga: Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
Menurut data portofolio pembiayaan unaudited PT SMI per Desember 2025, mereka memiliki total pembiayaan sebesar Rp 94,469 triliun. Hal itu mencakup pembiayaan publik Rp 15,570 triliun dan pembiayaan korporasi Rp 78,899 triliun.
Berita Terkait
-
Bidik Investor Kalangan Masyarakat, PT SMI Siapkan Obligasi Rp 8-10 Triliun di 2026
-
PT SMI Salurkan Rp 125 Triliun untuk Proyek Strategis Nasional
-
Prabowo Kumpulkan Jokowi, SBY hingga Para Mantan Wapres di Istana Merdeka Malam Ini
-
Timur Tengah Memanas, Pengamat Ungkap Alasan Koalasi Barat Berpikir Ulang Serang Iran
-
Timur Tengah Membara, Bahlil Garansi Harga BBM Subsidi Gak Bakal Naik
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Beda BRI Simpedes dan Simpedes UMi: Biaya Admin, Saldo Minimal, dan Syarat
-
IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?
-
SKK Migas Jemput Bola, Pelaku Usaha Serbu Layanan CIVD dan IOG e-Commerce di IPA Convex 2026
-
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun
-
PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO2, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon
-
TelkomGroup Bersinar di LinkedIn Talent Awards 2025, Raih Dua Penghargaan
-
Kolaborasi Galeri 24 dan Lotus Gold Dorong Emas Lokal Berkualitas di Seluruh Indonesia
-
Bahlil Buka 118 Blok Migas, Investor Tak Perlu Nego di Belakang Meja
-
Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026
-
Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah