Suara.com - Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Lampung ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di wilayah sekitar Desa Sabahbalau masih terhambat pembebasan lahan.
"Lahan yang belum dibebaskan sekitar 1,1 km di Desa Sabahbalau, sehingga menghambat pembangunan jalan tol itu," kata Manajer Administrasi Kontrak PT Waskita Karya, Arif Rahman Wibowo, saat ditemui di Sabahbalau, Lampung Selatan, Selasa (3/11/2015).
Ia menyebutkan, terdapat lahan milik warga yang akan dipakai untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Lampung itu, sepanjang 1,1 km yang proses pembebasan lahannya belum rampung.
Menurutnya, ada beberapa prosedur tahapan yang harus dilalui dalam pembebasan lahan warga untuk pembangunan JTTS tersebut.
"Kemungkinan ada beberapa tahapan yang belum dilalui, sehingga kami belum bisa mendapatkan izin untuk pembangunan jalan tol sepanjang sekitar 1,1 km tersebut," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan target awal November 2015 ini pembangunan jalan tol sepanjang sekitar 3 km selesai dikerjakan, namun masih terkendala pembebasan lahan yang belum tuntas itu.
Namun Arif mengaku tetap optimistis pembangunan JTTS yang dilaksanakan oleh PT Waskita Karya itu, akan selesai tepat waktu, apabila pembebasan lahan milik warga telah selesai dilakukan.
Manajer Administrasi Kontrak PT Waskita Karya itu mengharapkan pemerintah segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan, sehingga perusahaan tersebut dapat mengerjakan proyek pembangunan jalan tol itu tepat waktu.
"Kami tidak berkepentingan untuk permasalahan pembebasan lahan, hanya perusahaan meminta kepada yang bertanggungjawab agar segera menyelesaikan masalah ini," katanya pula.
PT Waskita Karya merupakan kontraktor pembangunan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Desa Sabahbalau saat ini tengah fokus pada pengerasan jalan yang menggunakan beton (rigid pavement).
"Kondisi cuaca saat ini kemarau, sehingga kami mendahulukan untuk pengerasan jalan," kata Engineer Manager PT Waskita Karya, Marsesa Edward.
Ia menyebutkan, pengerasan jalan tanah yang menggunakan beton sebagai bahan utama jalan tol tersebut, merupakan salah satu jenis perkerasan jalan yang digunakan selain dari perkerasan lentur.
Menurutnya, pengerasan jalan ini umumnya dipakai pada jalan yang memiliki kondisi lalu-lintas yang cukup padat dan memiliki distribusi beban yang besar, seperti pembangunan jalan tol di daerah ini yang memiliki tonase beban angkutan antara 60--80 ton.
Menurutnya, hal itu dilakukan agar kondisi jalan padat dan stabil, sehingga sesuai dengan konstruksi untuk pembangunan jalan tol.
"Bisa saja dilakukan pada kondisi hujan, tetapi kepadatannya tidak sebaik pada kondisi kering," kata dia pula.
Pengerjaan pembangunan JTTS di Sabahbalau Kabupaten Lampung Selatan masih terus dikebut.
"Pembangunan tol di ruas itu sudah masuk pengecoran jalan sepanjang 975 meter lebih," kata Marsesa Edward lagi.
Ia menegaskan, hingga sekarang pihaknya tidak menemui kendala yang berarti dalam pengerjaan konstruksi jalan tol di ruas sepanjang hampir tiga kilometer di Desa Sabahbalau tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pelajar Tewas Gegara Jalan Berlubang di Matraman, Polisi Dalami Faktor Infrastruktur
-
Mobil Jetour T2 Buatan Mana? Habis Dilalap Api usai Senggolan dengan BMW di Tol Jagorawi
-
Apakah Flazz BCA Bisa untuk Tol? Ini Dia Jawabannya
-
Modal 100 Ribu Rupiah Bisa Bikin Mobil Lewat Tol Tanpa Berhenti, Bagaimana Caranya?
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp 2.947.000/Gram
-
Momentum Ramadan, Begini Cara Bikin QRIS GoPay untuk Pedagang Takjil
-
IHSG Bergerak 2 Arah di Kamis Pagi, Betah di Level 8.000
-
Pasar Modal Mau Diawasi Ketat Sama Prabowo, Bos BEI: Kami Dapat Dukungan
-
Daftar Emiten RI yang Turun Kasta Versi MSCI
-
Klarifikasi OJK soal 4 Surat dari MSCI Diabaikan: Kami Baru Dengar!
-
Airlangga Bocorkan Strategi Benteng Pertahanan Baja RI
-
Masih Ada Potensi Longsor, Kementerian PU Percepat Penanganan Reruntuhan Tebing di Aceh Tengah
-
Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis
-
Tangani Bencana Sumatra, DPR ke Bos Pertamina: Di-WA Tengah Malam Langsung Balas!