- GoPay meluncurkan fitur QRIS buat Jualan langsung di aplikasi GoPay untuk mempermudah transaksi non-tunai.
- Fitur baru ini memungkinkan pedagang musiman Ramadan menerima pembayaran dari semua bank tanpa biaya tambahan.
- Pengguna akan memiliki dua dompet terpisah (personal dan usaha) guna memfasilitasi pengelolaan keuangan lebih rapi.
Suara.com - Menjelang Ramadan, momen yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk membuka usaha sampingan. Ramadan memang identik dengan maraknya pedagang musiman, mulai dari penjual takjil, makanan berbuka, hingga hampers Lebaran.
Kemudahan menerima pembayaran digital menjadi nilai tambah, terutama di tengah tren transaksi nontunai yang terus meningkat.
Dalam momentum itu, GoPay meluncurkan fitur QRIS buat Jualan yang kini tersedia langsung di dalam aplikasi GoPay. Dengan fitur ini, pengguna tidak perlu lagi mengunduh aplikasi terpisah seperti GoPay Merchant untuk mendapatkan kode QRIS.
Head of GoPay Merchant Services, Haryanto Tanjo, mengatakan sejak diluncurkan dua tahun lalu, aplikasi GoPay Merchant telah digunakan lebih dari 4 juta pelaku usaha untuk menerima pembayaran QRIS.
"Kini, kami memperluas akses QRIS dengan menghadirkan fitur 'QRIS buat Jualan' langsung di aplikasi GoPay. Hal ini memudahkan siapa pun, termasuk yang ingin memulai usaha sampingan di bulan Ramadan, untuk menerima pembayaran non-tunai secara cepat, aman dan praktis," ujar Haryanto dikutip, Kamis (12/2/2026).
Haryanto menjelaskan, fitur 'QRIS buat Jualan' menawarkan sejumlah keunggulan, seperti proses pendaftaran yang cepat, dapat menerima pembayaran dari seluruh bank dan e-wallet tanpa biaya, serta pencairan dana setiap jam guna mendukung kelancaran arus kas usaha.
Setelah fitur diaktifkan, pengguna akan memiliki dua dompet terpisah di aplikasi GoPay, yakni untuk kebutuhan personal dan usaha. Hal ini diharapkan membantu pelaku UMKM lebih rapi dalam mengelola keuangan.
Untuk mendapatkan QRIS ini, pengguna cukup mendaftar melalui aplikasi GoPay, melengkapi data usaha, lalu menjalani proses verifikasi. Setelah terverifikasi, QRIS sudah bisa digunakan untuk menerima pembayaran dari pelanggan.
Pengguna juga dapat langsung memantau riwayat transaksi serta ringkasan pendapatan melalui aplikasi, sehingga pengelolaan usaha menjadi lebih praktis.
Baca Juga: Pengidap Autoimun Ini Ubah Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan, Omzet Tembus Ratusan Juta
Dengan kemudahan ini, GoPay berharap semakin banyak masyarakat yang berani memulai usaha, terutama memanfaatkan peluang peningkatan konsumsi selama Ramadan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
IHSG Bergerak 2 Arah di Kamis Pagi, Betah di Level 8.000
-
Pasar Modal Mau Diawasi Ketat Sama Prabowo, Bos BEI: Kami Dapat Dukungan
-
Daftar Emiten RI yang Turun Kasta Versi MSCI
-
Klarifikasi OJK soal 4 Surat dari MSCI Diabaikan: Kami Baru Dengar!
-
Airlangga Bocorkan Strategi Benteng Pertahanan Baja RI
-
Masih Ada Potensi Longsor, Kementerian PU Percepat Penanganan Reruntuhan Tebing di Aceh Tengah
-
Harga Emas Hari Ini Stabil di Pegadaian, Pembeli Tak Perlu Khawatir Stok Habis
-
Tangani Bencana Sumatra, DPR ke Bos Pertamina: Di-WA Tengah Malam Langsung Balas!
-
Siapa Pemilik Saham PT Puradelta Lestari Tbk? Ini Profilnya
-
Dorong Kualitas Pelaut RI, MITG Siapkan Teknologi Simulator Canggih Industri Maritim