- Pjs Direktur Utama BEI, Jeffry Hendrik, menyambut dukungan pemerintah atas pengawasan OJK dan BEI yang lebih ketat.
- BEI akan segera menindaklanjuti arahan Hashim Djojohadikusumo mengenai langkah perbaikan bagi jajaran direksi baru.
- BEI menghormati kerahasiaan diskusi, sehingga detail mengenai isu tertentu seperti MSCI tidak dapat diungkap.
Suara.com - Pelaksana Jabatan Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffry Hendrik, menanggapi pernyataan Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo. Salah satunya mengenai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI akan diawasi sangat ketat.
Dia menyatakan, pihaknya menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah terhadap industri pasar modal.
“Kami tentu sangat senang mendapatkan perhatian dan mendapatkan dukungan,” ujar Jeffry saat ditemui di Gedung BEI, Kamis (12/2/2026).
Ia mengatakan, arahan yang disampaikan Hashim agar jajaran yang baru menjabat dapat segera melakukan langkah-langkah perbaikan akan segera ditindaklanjuti.
“Tadi Pak Hashim menyampaikan kami yang baru-baru menjabat ini agar dapat melakukan itu segera. Dan itu akan kami lakukan,” katanya.
Terkait sejumlah kesimpulan yang disebut belum dapat diungkap ke publik, Jeffry menegaskan, pihaknya menghormati norma dan prinsip kerahasiaan dalam setiap diskusi maupun konsultasi, termasuk dengan pihak internasional.
“Detailnya saya tidak bisa ungkap, karena memang kita selalu menghormati norma-norma yang berlaku internasional dalam diskusi, dalam konsultasi, itu selalu ada norma-norma yang harus kita hormati. Dan itu kami hormati,” ujarnya.
Ia juga menegaskan BEI tidak dapat memberikan kesimpulan maupun opini terkait isu tertentu, termasuk mengenai MSCI.
“Kami tidak bisa memberikan kesimpulan. Kami tidak bisa memberikan opini terkait bagaimana dengan MSCI. Tapi yang dapat kami sampaikan ke publik adalah apa yang sedang dan akan kami lakukan,” kata Jeffry.
Baca Juga: Daftar Emiten RI yang Turun Kasta Versi MSCI
Menurut dia, keterbukaan informasi tetap dijaga agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Namun, detail pertemuan dan pandangan dari pihak counterpart tidak dapat dipublikasikan.
“Kami menghormati prinsip kerahasiaan yang dihormati oleh kedua belah pihak. Oleh karena itu kami tidak bisa mengungkap detail dari pertemuan maupun opini dari counterpart kami,” tuturnya.
Meski demikian, Jeffry memastikan pertemuan yang dilakukan berjalan konstruktif. BEI, lanjutnya, akan kembali mengirimkan detail teknis dan menjadwalkan pertemuan lanjutan.
“Pertemuan berjalan secara konstruktif. Kami akan mengirimkan lagi detail teknis dan kami tentu nanti akan menjadwalkan kembali. Kalau sudah ada jadwalnya nanti kami informasikan lagi,” ujarnya.
Berita Terkait
-
IHSG Rungkad, Saham Apa yang Masih Layak Dibidik?
-
Meski Tengah Gonjang-Ganjing, OJK Pede Bisa Koleksi Rp 250 T dari Pasar Modal
-
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026
-
OJK Restrukturisasi Kredit 237 Ribu Korban Bencana Sumatera
-
OJK Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah