Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menunjukkan peningkatan kinerja dengan membukukan laba bersih per kuartal III September 2015 sebesar Rp 18,3 triliun, tumbuh sebesar 1,4% yoy dari sebelumnya sebesar Rp. 18 triliun. Pertumbuhan laba tersebut ditopang dengan beberapa kinerja positif berbagai lini yang akhirnya turut mengerek kapitalisasi saham BBRI. “Bank BRI terus berupaya meningkatkan kinerja dengan menjadi market leader kredit mikro, mengembangkan jaringan unit kerja, serta memperkuat struktur modal untuk menunjang pertumbuhan yang berkelanjutan.” ungkap Corporate Secretary Bank BRI, Hari Siaga.
Menurut Hari Siaga, dari 86 emiten di sektor finansial yang listing atau terdaftar di Bursa Efek Indonesia, peringkat kapitalisasi pasar BRI menempati urutan ke-2, dan urutan pertama kapitalisasi terbesar di antara bank BUMN lainnya. Saham bank BRI ditutup dengan harga per lembar saham Rp 10.700 pada akhir pekan minggu I November 2015. “Besarnya nilai kapitalisasi pasar per perdagangan 6 November 2015 yang mencapai Rp. 263,9 triliun tersebut tidak lepas dari apresiasi investor terhadap kinerja perusahaan,” imbuh Hari Siaga dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Rabu (11/11/2015).
Dari sisi kredit, hingga akhir September 2015, total kredit yang sudah disalurkan oleh Bank BRI sebesar Rp. 519 triliun. Angka tersebut meningkat 11,8% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp. 464,2 triliun. Segmen UMKM tetap mendominasi pinjaman Bank BRI dengan total kredit mencapai Rp. 379,2 triliun atau 73,1% dari total penyaluran kredit.
Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah Bank BRI tetap terjaga dengan baik, yang terlihat pada angka NPL (Non Performing Loan) netto sebesar 0,6% dan gross 2,2%.Hal ini tidak terlepas dari konsistensi Bank BRI dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit, peningkatan pengawasan dan pembinaan kepada debitur-debitur existing.
Dalam hal penghimpunan dana, Bank BRI berhasil tumbuh 12,3% yoy dari total DPK (Dana Pihak Ketiga) Rp 544,3 triliun menjadi Rp 611,3 triliun per September 2015. Komposisi dana murah atau CASA (Current Account Saving Account) juga meningkat dari 53,3% pada September 2014 menjadi 56.17% per September 2015 atau Rp. 343,4 triliun yang terdiri dari tabungan Rp 233,8 trilun, giro Rp. 109,6 triliun, sisanya deposito Rp. 268 triliun. “Bank BRI terus berupaya meningkatkan CASA untuk memperkuat komposisi dana murah dan menekan biaya dana atau Cost of Fund”, ucap Hari Siaga lagi.
Terkait pengembangan jaringan, untuk mengoptimalkan pelayanan terhadap nasabah,hingga September 2015 sebanyak 10.551 unit kerja dan 178.278 e-channel Bank BRI telah menjangkau hingga ke daerah pelosok Indonesia. Bank BRI juga berinovasi dengan meluncurkan Teras BRI Kapal yang bertujuan untuk menciptakan pasar baru di daerah pesisir pantai dan kepulauan yang selama ini mempunyai potensi untuk dioptimalkan. Inovasi tersebut diiringi dengan langkah Bank BRI meluncurkan BRILink yang merupakan agen kepanjangan BRI untuk menjangkau daerah-daerah yang belum tersentuh layanan perbankan.
Hari Siaga menambahkan, dari target 50 ribu agen pada akhir tahun 2015, hingga Triwulan III atau September 2015 jumlah Agen BRILink yang dimiliki Bank BRI mencapai 35.955 Agen. Dari jumlah agen BRILink tersebut telah melayani lebih dari 13,2 juta transaksi bernilai Rp. 20,4 triliun. “Jika dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2015 kemarin, angka transaksi ini melonjak hampir 2 kali lipat,” tutur Hari Siaga. Seperti diketahui, untuk periode Triwulan II yang berakhir di bulan Juni 2015 lalu, terdapat 6,8 juta transaksi dan Rp. 10,4 triliun volume transaksi.
Untuk menjaga pertumbuhan, Bank BRI juga memperkuat struktur modal, hingga kuartal III 2015 rasio kecukupan modal atau CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 20,6%, jauh di atas ambang batas ideal yang ditentukan regulator. Sementara rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) Bank BRI menyentuh angka 84,89% yang artinya masih terbuka peluang untuk melakukan ekspansi.”Bank BRI berupaya untuk tumbuh secara sehat dengan tetap menjaga rasio kecukupan modal sesuai ketentuan regulator”, pungkas Hari Siaga.
Berita Terkait
-
Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump
-
Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong
-
IHSG Masih Kuat di Sesi I, 554 Saham Melonjak
-
IHSG Bursa Saham Buka Kapan Setelah Libur Lebaran? Ini Jadwal Lengkapnya
-
Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan