Suara.com - Morgan Stanley berencana akan memangkas 1.200 pegawainya, termasuk sekitar 470 bankir dan pedagang di divisi perdagangan pendapatan tetap (fixed-income)-nya. Informasi ini berasal dari seseorang yang akrab dengan masalah yang mengungkapkannya pada Selasa (9/12/2015).
Pengurangan pegawai tersebut mencapai 25 persen dari staf divisi yang memperdagangkan obligasi perusahaan, obligasi pemerintah, komoditas dan valuta asing, dengan 730 karyawan lainnya yang terkena bekerja di fungsi-fungsi pendukung, orang ini mengatakan kepada AFP.
Total pekerjaan yang dihapus mewakili sedikitnya lebih dari dua persen dari 56.000 pekerja Morgan Stanley.
Morgan Stanley berencana menghabiskan biaya 150 juta dolar AS pada kuartal keempat sehubungan dengan restrukturisasi, juru bicara bank AS itu mengatakan.
Dalam sebuah memo internal kepada para staf yang dikaji oleh AFP, eksekutif Morgan Stanley, Colm Kelleher dan Ted Pick mengatakan PHK "akan menghasilkan ukuran bisnis yang kritis dan kredibel untuk pasar saat ini, dengan tetap menjaga kemampuan mengirim nasabah kami seluruh produk dan geografis." Saham Morgan Stanley turun 1,9 persen menjadi 34,03 dolar AS dalam perdagangan tengah hari. (Antara)
Berita Terkait
-
Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar
-
Strategi Investasi Usai Rebalancing MSCI: Saatnya Wait and See atau Borong Blue Chip?
-
Alarm Bahaya dari MSCI: Pasar Modal RI Terancam Kehilangan Taji di Mata Global
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor
-
Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI
-
Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih
-
Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja
-
Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit
-
Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI