Suara.com - Kelas menengah di Indonesia dinilai seorang praktisi sebagai penggerak sekaligus potensi unggulan industri properti ketika memasuki pasar persaingan terbuka, khususnya Masyarakat Ekonomi ASEAN mulai akhir tahun ini.
"Kelas menengah saja saat ini sudah berjumlah 45.662.000 jiwa. Angka ini bahkan diprediksi akan melesat hingga menembus 80.274.000 jiwa pada 2020. Ini yang akan jadi penggerak, sekaligus pasar," kata CEO PropertyGuru Group Steve Melhuish pada jumpa pers Professional Property Agent Summit 2015, di Jakarta, Kamis (10/12/2015).
Selain itu, katanya, di antara kelas menengah itu, ada potensi unggulan lain yakni populasi usia muda sekitar 20 tahunan yang sangat besar.
"Mereka baru pertama kali bekerja (first jobber), dan dalam waktu dekat akan menjadi bagian dari kelas menengah yang turut menggerakkan industri properti Indonesia," ujar Steve.
Dengan demikian, lanjut Steve, pada masa depan, mereka akan membuat para pelaku industri, seperti pengembang dan agen, sibuk karena kebutuhan properti yang semakin tinggi.
Sementara itu, separuh dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia tinggal di perkotaan. Pada tahun 2020, diperkirakan 68 persen dari populasi akan tinggal di kota dan jumlahnya meroket 82 persen pada 2045.
"Tren inilah yang akan menggerakkan roda industri properti untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal di kota-kota besar ASEAN, termasuk Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar," kata Steve.
Kemudian, pada saat yang sama, lanjut dia, ledakan angka penggunaan ponsel pintar (smartphone) di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan juga akan membuat industri properti semakin menarik.
Pasar terbuka Country General Manager Rumah.com Wasudewan menilai, Indonesia sebagai bagian dari populasi 600 juta orang di ASEAN atau Asia Tenggara, dengan sendirinya sudah menjadi pasar terbuka.
"Suka atau tidak, pasar sudah terbuka. Ini tantangan tersendiri bagi pelaku di sektor properti, khususnya para agen," kata Wasudewan.
Salah satu pendukung bagi pasar ini adalah, penggunaan teknologi informasi untuk mengakses pasar properti itu sendiri.
"Para agen properti harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat terjadi, agar mereka dapat memenuhi kebutuhan para pencari properti," katanya.
Ia menambahkan, kombinasi teknologi digital dan pemahaman isu-isu penting dalam dunia properti merupakan modal penting yang harus dikuasai oleh para agen properti.
"Pada era pasar terbuka, mereka tidak hanya bersaing sesama agen domestik, tetapi juga agen internasional," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
OJK Bekukan Izin NH Korindo, Emiten Benny Tjokro Didenda Rp2,7 Miliar
-
OJK Jatuhkan Denda Rp5,6 Miliar dalam Kasus IPO POSA, Benny Tjokro Disanksi Seumur Hidup
-
Tren Baru Properti: Hunian Terintegrasi yang Dukung Gaya Hidup dan Pendidikan
-
Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil
-
PANI Sulap Kawasan Golf Jadi Magnet Investasi Properti Premium
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Terkini
-
BRI Dorong 14,98 Juta UMKM Naik Kelas, TSDC Bali Jadi Contohnya
-
Harga Emas Antam Makin Anjlok Jelang Lebaran, Lebih Murah dari Galeri 24 dan UBS
-
Jumlah Denda jika Lupa Lapor SPT di Coretax pada 2026
-
Kantor BRI di Jakarta Selatan yang Buka saat Libur Idulfitri 2026
-
Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Turun Jadi Rp 2,9 Juta per Gram
-
Belum Bangkit, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.965/USD
-
IHSG Makin Terperosok di Senin Pagi, Kembali Bergerak ke Level 6.000
-
Sidak Pasar Rawasari, Mendag Busan Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran
-
OJK Ungkap Fakta Daftar Bank Bangkrut
-
Jelang Lebaran 2026, Mendag Busan Akui Harga Cabai Rawit dan Telur Mulai Pedas