Suara.com - Pengembangan kawasan properti kini tidak lagi sekadar menghadirkan hunian, tetapi juga mengintegrasikan berbagai fasilitas yang mendukung kualitas hidup penghuninya, termasuk pendidikan. Hal ini lantaran masyarakat modern terutama generasi milenial dan Gen Z tidak hanya mencari rumah, tetapi juga pengalaman hidup. Mereka ingin tinggal di tempat yang dekat dengan fasilitas gaya hidup seperti ruang kreatif, kafe, taman, pusat olahraga, hingga tempat belajar.
Tren global urban development mendorong konsep tinggal, bekerja, bermain, dan belajar dalam satu kawasan. Hal ini membuat penghuni tidak perlu sering berpindah tempat, sehingga lebih efisien waktu dan meningkatkan kenyamanan hidup. Selain itu, banyak profesi kini bisa dilakukan dari mana saja (remote working). Akibatnya, orang lebih memilih tinggal di kawasan yang menyediakan komunitas kreatif, coworking space, dan ekosistem kolaborasi daripada sekadar kompleks perumahan biasa.
Hunian modern semakin menekankan community living. Penghuni ingin tinggal di lingkungan yang memiliki aktivitas bersama, acara komunitas, hingga ruang interaksi sosial yang memperkaya kehidupan sehari-hari. Faktor seperti akses pendidikan, ruang hijau, kesehatan mental, dan keseimbangan hidup semakin menjadi prioritas.
Oleh karena itu, kawasan properti mulai dirancang lebih holistik untuk mendukung kesejahteraan penghuninya. Tren ini semakin terlihat pada proyek-proyek kawasan terpadu yang menggabungkan hunian, gaya hidup, komunitas, hingga fasilitas pembelajaran dalam satu ekosistem.
"Nuanu sejak awal tidak dirancang sebagai sekadar proyek pengembangan properti biasa," ujar CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll.
Visi perusahaan adalah membangun tempat tinggal terbaik. Artinya, pihaknya memprioritaskan pembangunan infrastruktur terlebih dahulu mulai dari gaya hidup, fasilitas pendidikan, hingga ruang komersial yang mendukung kehidupan sehari-hari dan menciptakan nilai tambah bagi para penghuninya.
Dalam ekosistem tersebut, pendidikan menjadi salah satu elemen penting. Kawasan ini bekerja sama dengan Genius Group Limited untuk menghadirkan Genius City, sebuah platform pembelajaran yang berfokus pada keterampilan masa depan, kewirausahaan, dan teknologi.
Tahap awal kolaborasi ini menghadirkan program pembelajaran berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan kurikulum Cambridge di ProEd Global School bagi siswa sekolah dasar hingga menengah. Konsep ini memungkinkan siswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.
Menariknya, konsep belajar di kawasan ini tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari pengalaman belajar sehari-hari. Di mana penghuni bisa belajar dari berbagai aktivitas kreatif yang berlangsung di dalamnya mulai dari seni, teknologi, hingga inovasi.
Baca Juga: Prospek Properti Negara Tetangga dan Proyeksi Pasar Global Tahun 2026
Selain pendidikan, kawasan ini juga mengembangkan berbagai hunian yang dirancang untuk mendukung gaya hidup komunitas kreatif. Dengan konsep tersebut, hunian tidak lagi sekadar tempat pulang setelah beraktivitas, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar hal baru, membangun jejaring, dan tumbuh bersama komunitas yang memiliki minat serupa.***
Tag
Berita Terkait
-
Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil
-
PANI Sulap Kawasan Golf Jadi Magnet Investasi Properti Premium
-
Pemerintah Mau Bangun 3 Juta Rumah Tiap Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Diklaim Bakal Meroket
-
Sudah Sentuh 4,7 Persen, Inflasi Gerus Margin Pengembang Properti
-
Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah
-
Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya
-
BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis
-
IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026
-
6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil
-
Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit Dirombak, Kementerian PKP Review Aturan BSPS
-
Waspada Penipuan Berkedok Adobe! Satgas PASTI Resmi Blokir Magento Gadungan
-
Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah
-
Harga Minyak Premium Naik, Mendag Sebut Dipicu Lonjakan CPO Dunia