Suara.com - Meski Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax sudah mengalami penurunan dari Rp9000 per liter menjadi Rp8850 per liter pada Oktober 2015 lalu, disaat harga minyak dunia 45 dolar AS per barel namun harga BBM jenis premium tidak mengalami perubahan. Meski kini harga minyak dunia sudah berada di level 37 dolar AS per Barrel.
“Kalau kita lihat bulan pertama memang ada keuntungan Rp15 triliun tapi bulan ke tiga turun lagi menjadi Rp12 triliun. Nah memang masih ada minus, kita juga sudah tugaskan BPKP untuk mengaudit kerugiannya dulu, jadi memang belum bisa turun,” kata Ahmad Bambang saat ditemui dalam acara peresmian SPBU COCO Leteng Agung, Jawa Barat, Jumat (11/12/2015).
Ia juga menjelaskan, alasan mengapa harga BBM jenis premium lebih mahal dibandingkan dengan BBM di negara lain. Hal ini lantaran, Pertamina masih dibebankan biaya distribusi dan pajak. Sehingga biaya BBM premium yang sampai ke masyarakat masih mahal.
“Kendalanya karena ada pajak dan biaya distribusi. Kalau mau murah, saya usul itu pajak dan biaya distribusinya dihapuskan saja,” tegasnya.
Sekedar informasi, harga premium saat ini masih bertahan sekitar Rp 7400 per liter sedangkan harga Pertamax Rp8850 per liter. Saat ini harga minyak dunia diprediksikan akan mengalami penurunan hingga awal tahun 2016 mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya
-
Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil