Suara.com - Pertengahan 2016 bank swasta bisa turut serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) setelah mendapatkan rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebagai penyalur KUR.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo di Jakarta, Kamis (7/1/2016), mengatakan pertengahan 2016 ditargetkan ada 10 tambahan bank penyalur KUR.
"Saat ini ada 10 bank yang sedang dievaluasi tingkat kesehatannya oleh OJK sebagai bank penyalur KUR yakni empat bank swasta dan enam Bank Pembangunan Daerah (BPD)," kata Braman.
Untuk saat ini bank penyalur KUR ada tiga yakni bank pemerintah (BRI, Mandiri, BNI) dan 2 BPD (Kalbar dan NTT) serta 2 bank swasta (Maybank dan Sinarmas Bank) khusus untuk penyalur KUR Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Braman menambahkan ke depan dibuka kesempatan untuk bank swasta dan BPD, dengan kriteria antara lain Non Performing Loan (NPL) usaha mikro dan kecil harus di bawah 5 persen dan portofolio Kredit Usaha Mikro Kecil di atas 5 persen.
"Diperkirakan medio 2016 segera diputuskan bank penyalur tambahan untuk KUR 2016 agar lebih banyak sehingga semakin baik untuk pemerataan penyaluran kepada debitur masing-masing bank," katanya.
Ia mengatakan bagi koperasi dan BPR atau lembaga keuangan non bank lainnya juga dapat melakukan penyaluran KUR dengan "linkage chanelling" artinya penyaluran KUR melalui lembaga linkage (lembaga linkage berhak mendapat fee sesuai kesepakatan bisnis).
Menurut dia, untuk mempercepat penyaluran KUR 2016 yang ditargetkan terserap Rp100 triliun diperlukan penambahan bank penyalur dan perusahaan penjaminan.
"Untuk bank penyalur KUR baik itu BPD maupun bank swasta harus sesuai rekomendasi OJK," katanya.
Penambahan perusahaan penjamin KUR juga dinilai perlu ditambah dari perusahaan penjaminan kredit daerah yang kini berjumlah 16 di seluruh Indonesia.
Sementara penambahan lembaga keuangan Non Bank (perusahaan pembiayaan dan perusahaan modal ventura) sebagai penyalur KUR kata Braman, masih sebagai pilot project di awal 2016, sehingga jika ke depan sukses nantinya akan dibuka lebar-lebar kesempatan bagi Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) lainnya misalnya ADIRA Finance dan lainnya.
Penambahan bank penyalur khususnya bank yang pernah menyalurkan KUR pada 2014 yakni terdapat 11 BPD yang memiliki kinerja baik dengan NPL KUR kurang dari atau sama dengan 5 persen pada desember 2014 yaitu Bank Nagari, Bank Jateng, Bank Kalsel, Bank Aceh, Bank Kalteng, Bank Bali, Bank Sumsel Babel, Bank Riau Kepri, Bank Jambi, Bank NTB, dan BPD DIY.
"Sebanyak 11 BPD itu juga saat ini sedang dievaluasi kesehatannya oleh OJK dan dalam waktu dekat akan diumumkan bank yang memenuhi syarat sebagai penyalur KUR," katanya.
Selain itu juga diusulkan penambahan perusahaan penjaminan KUR yakni perusahaan penjaminan kredit daerah dan perusahaan penjaminan syariah yang memenuhi syarat di antaranya Jamkrida Jateng, Jamkrida Riau, Jamkrida Babel, Jamkrida Sumsel, dan Jamkrindo Syariah.
"Kelima perusahaan penjaminan ini telah direkomendasi OJK," kata Braman.
(Antara)
Berita Terkait
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Redam Gejolak Pasar, Menko Airlangga Lobi Langsung Investor Institusional
-
Rupiah Terpeleset Jatuh Setelah Ada Kabar Misbakhun Jadi Calon Ketua OJK
-
IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
BEI Wajibkan Free Float hingga 25 Persen untuk Perusahaan yang Hendak IPO
-
SKF Musnahkan 13,3 Ton Bearing Tiruan Senilai Rp9,5 Miliar
-
Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya
-
BPS Ungkap Dampak Bencana Sumatera pada Perekonomian Indonesia, Begini Penjelasannya
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Rupiah Malah Amblas ke Level Rp16.842!
-
COIN Optimistis Pemangkasan Biaya Transaksi CFX Akan Picu Efek Berganda
-
Izin Impor BBM Shell Belum Terbit, ESDM: Masih Dievaluasi!
-
Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang
-
BPS Sebut Investasi Tumbuh Dua Digit di 2025, Ini Penyebabnya