- IHSG melemah dan rupiah tertekan akibat kegagalan BEI dan OJK mengawasi manipulasi saham yang merugikan investor.
- Valuasi saham melonjak drastis dari normal, disertai isu minimnya keterbukaan kepemilikan saham sebenarnya (beneficial ownership).
- Kepercayaan investor asing tergerus, berpotensi menurunkan peringkat utang negara jika regulator tidak segera melakukan reformasi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan, sementara nilai tukar rupiah melemah. Kondisi ini memunculkan sorotan terhadap kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dinilai gagal mengawasi praktik manipulasi saham.
Seorang politikus, Syahganda Nainggolan, menilai praktik tersebut membuat valuasi saham berada di luar kewajaran. Price to Earnings Ratio (PER) yang normalnya berada di kisaran 10–15 kali, disebut melonjak hingga ratusan bahkan ribuan kali. Hal ini dinilai merugikan investor ritel yang serius berinvestasi jangka panjang.
“Yang saham itu baru awal-awal 160 perak ya naik jadi 8.000.. Selama ini digoreng-goreng, sama bursa effect dibiarin,” jelas Syahganda dalam kanal YouTube Bambang Widjojanto, Rabu (4/2/2026).
Selain valuasi yang tidak wajar, isu lain yang mencuat adalah minimnya keterbukaan informasi mengenai beneficial ownership atau pemilik sebenarnya saham.
Perusahaan yang mengklaim telah melepas sebagian sahamnya ternyata masih dikendalikan oleh jaringan internal. Kondisi tersebut memunculkan keraguan di kalangan investor asing.
Lembaga keuangan internasional seperti Morgan Stanley disebut telah melayangkan mosi ketidakpercayaan terhadap BEI dan OJK. Bahkan, sejumlah investor global seperti Nomura hingga BlackRock dikabarkan masih menunggu langkah perbaikan dari regulator Indonesia.
Kondisi ini dinilai berbahaya bagi stabilitas pasar modal. Jika kepercayaan tidak segera dipulihkan, lembaga pemeringkat internasional disebut-sebut dapat menurunkan peringkat Indonesia. Dampaknya, surat utang negara berisiko ditinggalkan investor karena dinilai memiliki risiko gagal bayar.
“Kalau rating turun, bunga bisa naik tinggi seperti kasus Yunani dulu, dia ngasih 20% bunga, nggak mau orang beli juga 30 persen, dia enggak mau juga karena apa? Kan orang takut dia nggak bisa bayar,” ujar Syahganda.
Syahganda juga menekankan perlunya reformasi besar di tubuh OJK dan BEI. Regulator diminta bertindak tegas terhadap praktik manipulasi saham serta memperkuat integritas para pejabatnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan market confidence yang kini tergerus.
Baca Juga: BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh
“Cuman yang mau saya mau bilang ini kan harus OJK harus ketemu orang yang sangat-sangat berintegritas tinggi ke depan, karena apa? Karena kepercayaan pasar market confidence ini di pasar modal ini harus terjadi dong secepatnya,” tegasnya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh
-
Skandal PIPA Bikin BEI Memperketat Syarat IPO Saham, Model Bisnis Jadi Sorotan
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Bursa Calon Ketua OJK Memanas: Misbakhun Buka Suara Soal Isu Gantikan Mahendra Siregar
-
Misbakhun Masuk Radar Bos OJK, Hasan Fawzi: Terbuka Buat Semua!
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN