Suara.com - Ekonom Institute For Development Of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyambut baik kebijakan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) pada Kamis (14/1/2016). Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan pada dunia internasional bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang kondisi likuiditas yang sehat.
"Dengan menurunkan BI Rate 25 basis poin, menunjukkan Indonesia tidak mengalami masalah meskipun Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed menaikkan suku bunga acuannya. Ini sebuah sinyal pada dunia bahwa ekonomi Indonesia tidak mengalami tekanan likuiditas," kata Enny saat dihubungi Suara.com, Sabtu (16/1/2016).
Dengan demikian, investor asing akan semakin yakin atau tidak ragu-ragu lagi untuk menanamkan investasinya di Indonesia. "Terlebih saat ini Indonesia memang membutuhkan banyak investor untuk membangun infrastruktur," ujar Enny.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur BI pada Kamis (14/1/2016) memutuskan untuk menurunkan BI Rate dari 7,5 persen menjadi 7,25 persen.
Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2015, kondisi likuiditas dalam pasar perbankan Indonesia masih bagus. Indikatornya adalah tingkat loan to deposit ratio (LDR) perbankan yang terjaga di kisaran 76 persen hingga 92 persen.
LDR perbankan nasional pada November 2015 mencapai 90,47 persen. Mengalami peningkatan sedikit dibanding November 2014 yang mencapai 88,65 persen.
Berita Terkait
-
BI Siapkan Rp 185,6 Triliun, Begini Cara Tukar Uang Lebaran
-
Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI
-
Cara Menukar Uang Baru Secara Resmi Melalui Aplikasi PINTAR Bank Indonesia
-
Kinerja Penjualan Eceran Diramal Terkontraksi, Ini Penyebabnya
-
Thomas Djiwandono: Agen Prabowo yang Bakal Robohkan 'Tembok Berlin' Fiskal-Moneter?
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
Kepercayaan Pengguna Antar CEO Indodax Jadi Sosok Berpengaruh Lini Aset Digital
-
Regulasi Baru Disebut Bisa Pukul Kesejahteraan Petani Tembakau
-
Awas! Praktik Jual-Beli Rekening Bisa Dijerat Hukum Penjara
-
Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN
-
Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks
-
Produsen Minuman Alkohol Heineken PHK 6.000 Pekerja
-
WSKT Rampungkan Proyek Rumah Sakit di Kalbar
-
Bank Saqu Gaet Komunitas Lari Bidik Nasabah Secara Organik
-
Daftar Proyek-proyek yang Akan Dijalankan Danantara