Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa distribusi perdagangan beras, cabai merah, bawang merah, jagung pipilan, dan daging ayam ras dari produsen sampai ke konsumen akhir melibatkan dua hingga sembilan fungsi kelembagaan usaha perdagangan.
"Alur distribusi perdagangan terpanjang cabai merah, bawang merah, dan jagung pipilan berada di Jawa Tengah, sedangkan beras dan daging ayam ras di DKI Jakarta," kata Kepala BPS Suryamin dalam pernyataan resmi, Senin (1/2/2016).
Sementara alur distribusi perdagangan terpendek beras, cabai merah dan jagung pipilan berada di Sulawesi Utara, bawang merah di Maluku Utara; dan daging ayam ras di Kalimantan Barat.
Adapun persentase komoditi yang masuk terhadap ketersediaan beras dan cabai merah Kalimantan Utara adalah yang terbesar di Indonesia dengan persentase mencapai 99,81 persen untuk masing-masing komoditas. Sedangkan untuk bawang merah adalah Maluku yaitu mencapai 99,83 persen, jagung pipilan adalah DKI Jakarta yaitu mencapai 99,12 persen, dan daging ayam ras adalah Papua, yaitu mencapai 95,57 persen.
Persentase komoditi yang keluar terhadap ketersediaan beras Sumatera Barat adalah yang terbesar di Indonesia dengan persentase sebesar 15,49%. Sedangkan untuk komoditas cabai merah adalah di DI Yogyakarta (76,24%), bawang merah adalah di Nusa Tenggara Barat (56,53%), jagung pipilan adalah di Gorontalo (93,82%), dan daging ayam ras adalah di Kalimantan Utara (16,05%).
"Jaringan terluas pendistribusian beras, cabai merah, dan daging ayam ras dilakukan oleh Jawa Tengah. Sedangkan untuk bawang merah adalah Jawa Barat dan jagung pipilan adalah Gorontalo," tambah Suryamin.
Rata-rata rasio Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) beras secara nasional berdasarkan Survei Poldis 2015 sebesar 10,42 persen, cabai merah 25,33 persen, bawang merah 22,61 persen, jagung pipilan 31,90 persen dan daging ayam ras 11,63 persen.
Berita Terkait
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
-
Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen
-
Saling Intip Pengaruh Ekonomi ASEAN, MITEC Malaysia dan NICE Indonesia Bangun Poros MICE Regional
-
Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan
-
Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026