Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro berharap para alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi wiraswasta untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
"Selain butuh orang pintar, Indonesia juga perlu banyak orang yang mau membuka usaha sendiri," ujar Bambang usai temu alumni penerima beasiswa LPDP di Jakarta, Senin malam (1/2/2016).
Dia melanjutkan, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan dan Republik Rakyat Tiongkok bisa menjadi maju karena adanya perpaduan antara kecerdasan pikiran dan kemauan menjadi wiraswasta.
Menurut Bambang, ketiga negara Asia tersebut sangat mungkin disusul jika semakin banyak pengusaha Indonesia yang melanjutkan pendidikan minimal ke jenjang S2.
"Dengan menggenggam pendidikan minimal S2, mereka bisa semakin memahami bidang yang digeluti dan memiliki wawasan luas," tutur dia.
Dalam kesempatan yang sama, Bambang Brodjonegoro juga menyampaikan bahwa bidang ilmu teknik dan ilmu pengetahuan alam (sains) adalah masa depan Indonesia.
"Dua bidang ini diperlukan agar Indonesia bisa menjadi negara industri yang mandiri dan berdaya saing," kata Bambang.
Terkait hal ini, menurut Bambang, Indonesia telah memiliki modal yang sangat potensial yaitu para alumni penerima beasiswa LPDP yang marak mengambil teknik dan sains sebagai objek studi lanjutan baik di dalam maupun di luar negeri.
Dengan mengembangkan sumber daya manusia, bangsa kita diyakininya bisa mengikuti jejak Korea Selatan, yang bisa menjadi negara maju dengan memanfaatkan keunggulan sumber daya manusia untuk mengembangkan industri.
"Korea Selatan itu tidak memiliki kekayaan alam melimpah seperti Indonesia, tetapi bisa berkembang dengan menguasai teknik dan sains, ditambah dukungan dari pemerintah," ujar Bambang.
Bidang teknik sendiri merupakan salah satu bidang ilmu prioritas beasiswa LPDP. Dari 434 orang alumni yang menyelesaikan pendidikannya baik di dalam maupun luar negeri di awal 2016, 28 persennya memiliki gelar teknik dan 15 persen gelar sains.
Sementara ada 12 persen yang mengambil ilmu akuntansi dan keuangan, ilmu sosial tujuh persen, ekonomi dan hukum masing-masing enam persen, serta sektor kedokteran dan kesehatan lima persen, sisanya bidang ilmu lain. (Antara)
Berita Terkait
-
Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal
-
Rasio Wirausaha RI Loyo, Eddy Sambuaga Pimpin KWG Siap Kejar Ketertinggalan
-
Program Pendampingan Bisnis Bantu Siswa Kembangkan Usaha dan Pola Pikir Adaptif
-
Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional
-
Biar Tak Cuma Jadi Pencari Kerja, Sekolah Mulai Cetak Pengusaha Muda
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI