Suara.com - Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), Sofyan Basir, memastikan telah mengajukan kembali usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp10 triliun kepada pemerintah dalam APBN-P 2016.
"Usulan PMN 2016 sudah kami disampaikan pada tahun lalu (2015). Namun, pada tahun ini (2016), kembali kami usulkan untuk masuk dalam RAPBN-P 2016," kata Sofyan, di Jakarta, Selasa (2/2/2016).
Menurut Sofyan, keinginan untuk mendapatkan PMN sebesar Rp10 triliun tersebut sangat mendesak, karena sangat dibutuhkan terkait dengan pengadaan listrik bagi masyarakat. Dia menjelaskan, dana PMN yang diusulkan tersebut akan diperuntukkan bagi pembangunan transmisi, pembangkit, termasuk program listrik desa.
Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI pada 30 November 2015, menangguhkan keputusan PMN kepada 22 BUMN, dengan usulan suntikan dana sekitar Rp31,31 triliun. Di antara 22 BUMN tersebut, PLN tercatat mengusulkan dana PMN terbesar senilai tunai Rp10 triliun, meningkat dibanding PMN yang disetujui pada 2015 sebesar Rp5 triliun.
Sehubungan dengan itu, Sofyan berharap suntikan modal yang diusulkan sebesar Rp10 triliun dapat terealisasi dalam pembahasan APBN-P 2016.
"Sulit untuk ditahan (suntikan PMN), karena dana itu betul-betul digunakan untuk kewajiban pengadaan listrik keperluan masyarakat luas, terutama di daerah terpencil," imbuhnya.
Sofyan mengatakan, sambil menunggu kepastian dana PMN tersebut, pihaknya mengandalkan dana internal yang juga bisa dipadukan dengan pinjaman perbankan.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan hanya mengusulkan tiga BUMN untuk mendapatkan PMN 2016, yaitu terkait perusahaan penjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan ketenagalistrikan.
"PMN 2016 kami arahkan kepada PT Askrindo dan PT Jamkrindo karena berperan sebagai penjamin KUR, dan kemungkinan (kepada) PT PLN," ujar Rini.
Menurut Rini, suntikan dana kepada Askrindo dan Jamkrindo ditujukan untuk meningkatkan kapasitas penjaminan KUR kepada para UKM. Besaran PMN untuk kedua BUMN tersebut diusulkan masing-masing Rp500 miliar, sedangkan suntikan untuk PLN sebesar Rp10 triliun. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan