Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah terus mendukung upaya penyesuaian tingkat suku bunga acuan, yang saat ini tren globalnya sedang bergerak turun.
"Perbaikan kita coba didorong supaya arah tingkat suku bunga turun," kata Darmin di Jakarta, Selasa (16/2/2016).
Darmin menjelaskan, dengan adanya tren penurunan suku bunga acuan di dunia, pemerintah melihat adanya ruang untuk melakukan pembenahan agar suku bunga tidak lagi memberatkan masyarakat.
"Pemerintah juga sudah melakukan beberapa langkah supaya bank-bank BUMN dan Kemenkeu yang punya duit banyak itu, jangan menekan bank supaya kasih bunga tinggi-tinggi. Itu retail, pasti dampaknya signifikan," ujarnya.
Darmin mengatakan proses penyesuaian itu terus berjalan berkesinambungan, karena apabila suku bunga acuan turun, hal tersebut bisa berdampak positif ke sektor ekonomi lainnya, terutama sektor riil.
Sebelumnya, pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Toni Prasetiantono menilai sekarang adalah waktu yang tepat bagi Bank Indonesiaa untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan (BI rate).
"Ini waktu yang tepat turunkan BI rate. Saat ini inflasi rendah, cadangan devisa dalam batas baik, dan rupiah juga stabil," ujar Toni dalam sebuah seminar di Jakarta.
Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 13-14 Januari 2016, BI memutuskan untuk menurunkan 'BI Rate' sebesar 25 bps menjadi 7,25 persen, dengan suku bunga 'Deposit Facility' 5,25 persen dan 'Lending Facility' level 7,75 persen.
BI mengklaim keputusan tersebut sejalan dengan pernyataan sebelumnya bahwa ruang pelonggaran kebijakan moneter semakin terbuka dengan terjaganya stabilitas makroekonomi, serta meredanya ketidakpastian pasar keuangan global pascakenaikan Fed-Fund Rate (FFR).
Penurunan BI Rate secara terukur diharapkan dapat memperkuat pelonggaran kebijakan makroprudensial dan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) yang telah dilakukan sebelumnya.
BI juga menyatakan, pelonggaran lebih lanjut akan dilakukan setelah dilakukan asesmen menyeluruh terhadap perekonomian domestik dan global dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Mengacu data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) per November 2015 yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rata-rata suku bunga kredit modal kerja mencapai 12,56 persen. Rata-rata suku bunga kredit investasi sebesar 12,15 persen. Rata-rata suku bunga kredit konsumsi sebesar 13,89 persen. Sementara rata-rata suku bunga kredit untuk usaha berorientasi ekspor sebesar 11,08 persen, rata-rata suku bunga kredit untuk usaha berorientasi impor sebesar 11,67 persen, dan rata-rata suku bunga kredit untuk usaha berorientasi lainnya sebesar 12,93 persen. (Antara)
Berita Terkait
-
BI-Rate Tak Pakai JIBOR dan Beralih ke INDONIA per Januari 2026, Ini Dampaknya
-
Cek di Sini Jadwal Lengkap Pengumuman BI-Rate Tahun 2026
-
BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen, Ini Alasannya
-
Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga di Akhir Tahun, Ini Faktornya
-
Negosiasi Tarif Dagang dengan AS Terancam Gagal, Apa yang Terjadi?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Rp1,2 Triliun Mengalir ke Aceh, Hasil Dasco Telepon Langsung Presiden Prabowo
-
Jumlah Investor Ritel BUMI Melejit saat Chengdong Lepas Miliaran Lembar Saham
-
Bisnis Darma Mangkuluhur, Cucu Soeharto Punya Saham Melimpah dan Gurita Usaha
-
24 Pinjol Terjerat Kredit Macet
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Menteri Bahlil Mau Swasembada BBM Lewat RDMP Kilang Balikpapan
-
Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini
-
Daftar Saham Potensi Indeks MSCI Februari 2026, Ada BUMI Sampai BUVA