Suara.com - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), perusahaan jasa pengeboran migas dan panas bumi anak usaha PT Pertamina (Persero), sepanjang tahun 2016 akan ekspansi rig ke tiga negara yaitu Aljazair, Brunei Darussalam dan Filipina.
"Kami akan mengirim satu rig untuk dioperasikan di ladang migas Aljazair sekitar Agustus mendatang. Rig tersebut digunakan pada ladang migas yang hak partisipasinya dimiliki oleh Pertamina," kata Direktur Utama PDSI, Lelin Eprianto dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (17/2/2016).
Ia mengatakan rig yang akan dikirim ke Aljazair tersebut saat ini berada di Indramayu, Jawa Barat, untuk kegiatan sumur eksplorasi. "Untuk ekspansi di Filipina, PDSI akan menyasar rig untuk pengembangan panas bumi," jelas Lelin.
Menurut Lelin, saat pelemahan harga minyak mentah dunia seperti sekarang PDSI harus mencari sumber-sumber pendapatan baru kendati harga sewa rig sudah turun lebih dari 50 persen. "Strategi kami saat ini adalah melakukan pemasaran secara 'all out', salah satunya melalui konsep 'new product' dan 'new market'," katanya.
Ia menargetkan tahun 2016 perseroan mampu mengoptimalkan "rig availability" hingga 98,54 persen sedangkan target produktivitasnya sebesar 49,38 persen. Dengan harga minyak dunia yang terus melorot, tantangan yang harus dihadapi sangat besar sehingga sinergi dan kerja sama harus terus dilaksanakan seluruh pekerja PDSI, ujarnya.
Sepanjang 2015 produktivitas rig perseroan mencapai 43,4 persen, melampauai angka target RKAP yang dipatok 34,8 persen sedangkan pendapatan konsolidasi melampaui target sebesar 31,5 persen.
Kendati biaya operasi naik 36,39 persen namun laba usaha yang belum diaudit mencapai 2,48 juta dolar AS, naik secara signifikan sebesar 212 persen dari target.
"Kinerja yang cukup baik ini tidak terlepas dari andil kerja sama semua karyawan secara gigih serta mesin-mesin pencetak uang di luar jasa rig seperti integrated project management (IPM), jasa rig mitra, dan jasa non-rig," katanya.
Lelin mengakui PDSI juga telah menjalin kerja sama dengan GE, perusahaan teknologi yang menonjol dalam kualitas dan keuangan. "GE punya JOB Hydril. Kami akan menjualkan produk hydrill dan juga menggunakan sendiri di-wellhead," katanya.
Pengamat migas, Rovicky Dwi Putrohari menilai positif rencana PDSI untuk ekspansi rig ke luar negeri mengingat di dalam negeri sedang tidak ada proyek pengeboran yang akan memakai rig sehingga ekspansi ke luar negeri justru akan bagus.
"Tidak hanya secara finansial, secara profesional akan mencoba untuk benchmark, PDSI akan `diadu dengan perusahaan multinasional lainnya," katanya.
Komisaris PDSI Naryanto Wagimin menambahkan kinerja manajemen PDSI pada 2015 melebihi target karena pendapatan di atas 100 persen. Dia berharap manajemen PDSI dapat mempertahankan kinerja kendati dihadapkan pada tantangan yang sangat berat, yaitu pelemahan harga minyak mentah dunia.
"Apalagi PDSI menjajaki kerja sama dengan General Electric (GE). Ini bisa menjadi sumber pendapatan non-rig bagi perusahaan," ujar Naryanto. (Antara)
Berita Terkait
-
Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Manuver Putra Mahkota 'Raja Minyak' Lolos Jerat Korupsi Pertamina
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini
-
Link Lowongan Kerja Manajer Kopdes Merah Putih 2026: Ada 30.000 Formasi
-
Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik
-
OJK Jawa Tengah Konsolidasikan BPR, Target Industri Lebih Sehat dan Efisien
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya: Promo Rumah dengan Bunga 1,75%, Liburan Impian Cashback Rp8 Juta
-
Trump Bakal Pecat Jerome Powell dari Bos The Fed
-
Harga Pangan Hari Ini Naik Tajam, Cabai Tembus Rp101 Ribu, Telur dan Beras Ikut Merangkak
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya
-
Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya
-
Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah