- American Bitcoin Corp. mencatat kerugian bersih US$59 juta pada kuartal keempat 2025 akibat volatilitas pasar kripto.
- Perusahaan mempertahankan aset Bitcoin (HODL) meski harga merosot, menyebabkan kerugian belum terealisasi US$227 juta sepanjang 2025.
- Eric Trump mengonfirmasi fokus tetap pada penambangan Bitcoin berbiaya kompetitif dan peningkatan kepemilikan aset.
Suara.com - Perusahaan penambangan aset digital yang terafiliasi dengan keluarga Donald Trump, American Bitcoin Corp., melaporkan kinerja keuangan yang cukup kontras pada kuartal keempat tahun 2025.
Perusahaan mencatatkan kerugian bersih mencapai US$59 juta (sekitar Rp926 miliar) akibat turbulensi yang melanda pasar mata uang kripto dan penurunan nilai saham secara drastis.
Kondisi ini memperpanjang tren negatif perusahaan, di mana kapitalisasi pasar American Bitcoin Corp. telah menyusut hingga 90% sejak September tahun lalu.
Dilansir dari Reuters, pasca-rilis laporan keuangan tersebut, harga saham perusahaan terpantau terkoreksi kembali sebesar 3% dan kini tertahan di kisaran harga US$1 per lembar.
Pemicu utama kerugian besar ini berasal dari strategi manajemen yang memilih untuk mempertahankan seluruh aset Bitcoin hasil tambang (HODL), alih-alih menjualnya untuk modal operasional.
Saat harga Bitcoin merosot dari angka tertinggi di atas US$126.000 ke level US$70.000, nilai cadangan perusahaan ikut tergerus. Sementara, hari ini harga BTC to USD berada di kisaran USD 67.000.
Akibat kebijakan ini, sepanjang tahun 2025, American Bitcoin Corp. harus membukukan kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss) sebesar US$227 juta.
Meskipun pendapatan perusahaan sebenarnya sempat tumbuh 22% dibandingkan kuartal sebelumnya, kenaikan tersebut tidak cukup kuat untuk menambal defisit akibat penyusutan nilai aset digital mereka.
Kinerja buruk American Bitcoin Corp. seolah mencerminkan tekanan yang dialami oleh seluruh unit bisnis kripto yang bernaung di bawah bendera keluarga Trump. Data menunjukkan penurunan tajam di berbagai lini:
Baca Juga: Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802
- World Liberty Financial: Nilai token ini telah anjlok hingga 65% sejak pertama kali diperkenalkan pada September.
- Memecoin Terkait Trump: Koin digital bertema Trump juga mengalami kejatuhan nilai sebesar 72% sejak diperdagangkan pada Maret lalu.
Berbeda dengan kompetitor seperti MARA Holdings atau Riot Platforms yang mulai mendiversifikasi bisnis ke arah infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI), American Bitcoin Corp. tetap bersikeras pada jalur murni penambangan Bitcoin.
Menanggapi laporan keuangan tersebut, Eric Trump menegaskan bahwa perusahaan tidak akan mengubah haluan bisnis.
Ia menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah meningkatkan kepemilikan Bitcoin dengan biaya produksi yang kompetitif.
"Ada banyak kebisingan di industri ini, namun kami tetap fokus," ujar Eric Trump sebagaimana dikutip dari Bloomberg.
"Kami menambang Bitcoin dengan biaya yang lebih murah daripada harga beli di pasar. Kami menyimpannya, dan kami akan terus meningkatkan jumlah kepemilikan tersebut dari waktu ke waktu."
Sebagai informasi, American Bitcoin Corp. merupakan hasil transformasi dari American Data Centers. Perusahaan ini terbentuk melalui kolaborasi strategis dengan Hut 8 Corp., yang memindahkan aset-aset penambangannya ke entitas baru ini guna memperkuat posisi di sektor energi dan aset digital.
Berita Terkait
-
Donald Trump Klaim Serangan Sukses, Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei Disebut Tewas di Kantornya
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
IHSG Melemah Sepekan, Saham BUMI Jadi Salah Satu Faktor
-
Realisasi Penjualan CLEO Kuartal III 2023 Capai Rp2,09 Triliun
-
Perang Timur Tengah: Sejumlah Penerbangan di Bandara Soetta Resmi Dibatalkan
-
Harta Kekayaan Riva Siahaan, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga
-
Harga Emas Stabil di Pegadaian, Bertahan Kisaran 3 Jutaan pada 1 Maret 2026
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi