- IHSG periode 23–27 Februari 2026 mengalami kontraksi ringan 0,44%, ditutup pada level 8.235,485.
- Sektor keuangan, didorong saham perbankan seperti MEGA, BMRI, dan BBNI, menjadi penahan utama kejatuhan indeks.
- Tekanan jual masif sektor tambang dan energi, seperti DSSA, menyebabkan pelemahan indeks meskipun terjadi beli bersih asing.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode perdagangan 23 hingga 27 Februari 2026 tercatat mengalami kontraksi ringan.
Indeks komposit nasional ini ditutup pada level 8.235,485, mengalami pelemahan sebesar 0,44% dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di angka 8.271,767.
Sepanjang pekan tersebut, dinamika pasar modal Indonesia bergerak cukup fluktuatif dalam rentang volatilitas antara 8.093,749 hingga 8.437,089.
Kendati secara keseluruhan indeks memerah, performa sejumlah emiten perbankan kelas berat dan sektor industri menjadi faktor kunci yang menahan kejatuhan IHSG lebih dalam.
Sektor keuangan kembali membuktikan perannya sebagai tulang punggung bursa. PT Bank Mega Tbk (MEGA) muncul sebagai top mover paling fenomenal setelah harga sahamnya meroket hingga 40,48%, memberikan suntikan positif sebesar 14,85 poin terhadap indeks.
Beberapa emiten perbankan pelat merah juga turut memberikan kontribusi signifikan:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Menguat 2,93% dengan sumbangan 11,65 poin.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Naik 1,82% dan menyokong 11,01 poin.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI/BNBR): Melesat tajam 76,86% yang berkontribusi 9,89 poin.
Baca Juga: Pendapatan AVIA Naik Rp652 Miliar, Emiten Laporkan Laba Bersih Meningkat
Selain perbankan, kenaikan juga dirasakan oleh saham berbasis industri dan energi terbarukan, yakni PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang tumbuh 18,37% dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang naik tipis 2,17%.
Saham Penekan: Sektor Tambang dan Energi Tertekan
Berbanding terbalik dengan sektor keuangan, tekanan jual masif justru melanda sektor tambang dan energi. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi beban utama IHSG setelah terkoreksi 9,28%, yang secara langsung memangkas indeks hingga 28,58 poin.
Nasib serupa dialami oleh grup Bumi, di mana PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 8,49% dan entitas induknya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), merosot 12,24%. Sektor infrastruktur juga turut terbebani oleh penurunan harga saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 15,54%.
Jika dilihat secara sektoral, sektor Industri memimpin penguatan dengan kenaikan impresif sebesar 5,24%, diikuti oleh sektor bahan baku (3,21%) dan keuangan (1,08%).
Di sisi lain, sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan mencapai 3,94%.
Berikut adalah rangkuman aktivitas perdagangan selama sepekan:
- Total Nilai Transaksi: Rp149,76 triliun.
- Volume Perdagangan: 255,08 miliar lembar saham.
- Frekuensi Transaksi: 14,74 juta kali.
- Aksi Investor Asing: Mencatatkan beli bersih (net buy) senilai Rp4,91 triliun di pasar reguler, menunjukkan minat investor global terhadap saham-saham blue chip Indonesia masih terjaga.
Berita Terkait
-
Realisasi Penjualan CLEO Kuartal III 2023 Capai Rp2,09 Triliun
-
Kisah Kolaborasi Mengejutkan: Pramuka dan Kophi Jateng Satukan Kekuatan Jaga Lingkungan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
IHSG Nyaris Stagnan pada Perdagangan Jumat, Tapi 352 Saham Meroket
-
BNBR Gelar Rights Issue 90 Miliar Saham, Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi CCT
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Meluncur, Jakarta - Bali Hanya Sekali Isi Bensin
-
Tak Hanya Salurkan KUR, Kopdes Merah Putih Bakal Jadi Outlet Bank hingga Penyalur Bansos
-
Ulasan Kick Kick Kick Kick: Sebuah Komedi tentang Absurditas Kegagalan
-
Piala Dunia Bikin Berkah, Kadin Ungkap Perputaran Ekonomi Tembus Rp5,03 Triliun
-
S&P Puji Danantara, Pandu Sjahrir Akui Kinerja Masih Perlu Dibenahi
-
Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?
-
Bolehkah Ngecas HP Semalaman Ditinggal Tidur? Simak Mitos dan Faktanya Biar Baterai Nggak Cepat Soak
-
Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP
-
4 Parfum Mykonos Wangi Vanila yang Dinilai Tahan Lama dalam Review Pembeli
-
3 Rekomendasi HP dengan Kamera Terbaik 200MP Rp3 Jutaan 2026, Ada Fitur AI hingga OIS