Suara.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (2/3/2016) atauKamis pagi WIB, didorong oleh pasar ekuitas AS yang sedikit menurun.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 11 dolar AS atau 0,89 persen, menjadi menetap di 1.241,80 dolar AS per ounce.
Emas mendapat dukungan ketika indeks Dow Jones Industrial Average AS turun 14 poin atau 0,08 persen pada pukul 17.30 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.
Logam mulia terganjal dari kenaikan lebih lanjut karena laporan ketenagakerjaan AS oleh Automated Data Processing (ADP) menunjukkan angka lebih baik dari perkiraan, yang naik ke tingkat 214.000 menjelang laporan ketenagakerjaan besar pada Jumat.
Menurut para analis penguatan data ketenagakerjaan biasanya akan meningkatkan pasar ekuitas dan memberikan tekanan yang luas pada emas, namun pelemahan dalam minyak telah meletakkan tekanan pada pasar pada Rabu.
Emas mendapat dukungan lebih lanjut karena Indeks Dolar AS turun 0,03 persen menjadi 98,31 pada pukul 17.30 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.
Para pedagang sedang menunggu data klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis pada Kamis, bersama dengan laporan perdagangan internasional dan pekerjaan besar yang akan dirilis pada Jumat.
Meskipun terjadi gejolak di pasar akibat harga minyak yang lemah, analis mencatat bahwa data terakhir telah positif dan berpotensi menandai titik balik bagi perekonomian AS setelah kuartal pertama lemah.
Analis percaya bahwa penundaan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS tetap tak terelakkan, karena ketidakstabilan ekonomi. Sebelum pidato Ketua Fed Janet Yellen kepada Kongres AS pada 10 Februari, bank sentral mengisyaratkan bahwa masih bisa menaikkan suku pada Maret.
Namun, Yellen kemudian bersaksi kepada Kongres bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap, banyak analis percaya bahwa kenaikan suku bunga berikutnya, dari tingkat 0,50 persen ke tingkat 0,75 persen akan terjadi masih jauh lama lagi pada tahun ini.
Para pedagang berspekulasi, di awal, The Fed akan menaikkan suku 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) April. Menurut alat pemantau The Fed atau Fedwatch dari CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen adalah 22 persen pada pertemuan April 2016.
Perak untuk pengiriman Mei naik 26,6 sen, atau 1,8 persen, menjadi ditutup pada 15,022 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 0,5 dolar AS, atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada 936,20 dolar AS per ounce. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul
-
BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%
-
IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025