Presiden Direktur Astra Life, Philip C Willcock mengatakan, penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Hal ini tak mau dilewatkan oleh Astra Life untuk terus merancang beberapa strategi guna menawarkan produk asuransi kepada masyarakat.
"Mengacu kepada data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) tentang penetrasi Indonesia masih sebesar 2,4 persen. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi industri asuransi untuk mengambil pasar itu. Kami juga tak mau melewatkan pasar tersebut," kata Philip dalam acara media gathering Astra Life di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (3/3/2016).
Ia juga meyakini pertumbuhan industri asuransi di 2016 akan tetap tumbuh positif dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Dengan didukung oleh fundamental yang kuat, prospek industri asuransi jiwa di Indonesia terlihat cerah dan berada pada jalur yang tepat untuk terus tumbuh secara berkesinambungan," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Presiden Direktur Astra Life, Auddie A Wiranata mengatakan, Astra Life telah menyiapkan beberapa produk menarik yang akan ditawarkan di 2016.
"Kita juga pasti sudah menyiapkan semua produk yang akan menjangkau semua segmen. Diharapkan dengan produk-produk ini pemahaman masyarakat atas pentingnya sebuah perlindungan semakin positif," ungkapnya.
Ia pun menargetkan, pada tahun ini gross premi Astra Life mencapai Rp 2 triliun. Dan dalam 10 tahun mendatang Astra Life berharap menembus peringkat 5 besar sebagai perusahaan asuransi jiwa.
Berita Terkait
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Mulai Juli 2026, Agen Asuransi Wajib Bersertifikat, Ini Dampaknya bagi Nasabah
-
Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk
-
Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini
-
Tren Lari Melejit, Kesadaran Asuransi di Kalangan Pelari Ikut Meningkat
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita
-
Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal
-
Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham
-
Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading
-
Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah
-
Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?
-
IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat
-
Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO
-
Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M
-
DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas