Bisnis / Keuangan
Kamis, 03 Maret 2016 | 16:42 WIB
Presiden Direktur Astra Life, Philip C Willcock. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Presiden Direktur Astra Life, Philip C Willcock mengatakan, penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Hal ini tak mau dilewatkan oleh Astra Life untuk terus merancang beberapa strategi guna menawarkan produk asuransi kepada masyarakat.

"Mengacu kepada data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) tentang penetrasi Indonesia masih sebesar 2,4 persen. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi industri asuransi untuk mengambil pasar itu. Kami juga tak mau melewatkan pasar tersebut," kata Philip dalam acara media gathering Astra Life di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (3/3/2016).

Ia juga meyakini pertumbuhan industri asuransi di 2016 akan tetap tumbuh positif dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Dengan didukung oleh fundamental yang kuat, prospek industri asuransi jiwa di Indonesia terlihat cerah dan berada pada jalur yang tepat untuk terus tumbuh secara berkesinambungan," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Presiden Direktur Astra Life, Auddie A Wiranata mengatakan, Astra Life telah menyiapkan beberapa produk menarik yang akan ditawarkan di 2016.

"Kita juga pasti sudah menyiapkan semua produk yang akan menjangkau semua segmen. Diharapkan dengan produk-produk ini pemahaman masyarakat atas pentingnya sebuah perlindungan semakin positif," ungkapnya.

Ia pun menargetkan, pada tahun ini gross premi Astra Life mencapai Rp 2 triliun. Dan dalam 10 tahun mendatang Astra Life berharap menembus peringkat 5 besar sebagai perusahaan asuransi jiwa.

Load More