Bisnis / Properti
Kamis, 03 Maret 2016 | 19:48 WIB
Agung Podomoro. [agungpodomoro.com]

Suara.com - PT Agung Podomoro Land Tbk, melalui anak usahanya, PT Cipta Pesona Karya membidik para pebisnis pemula berbasis teknologi (start up) untuk proyek terintegrasi kantor kecil dan hunian (Small Office Home Office/SOHO) Pancoran, Jakarta Selatan.

"Kami bidik mereka karena konsepnya pas dengan proyek ini yakni Small Office Home Office. Soho Pancoran terdiri atas dua tower eksklusif dan terletak di lokasi strategis koridor Pancoran, Jakarta Selatan," kata Vice President Director Agung Podomoro Land, Veri Y. Setiady usai "Topping off" SOHO Pancoran di Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Menurut dia, dari sisi konsep, SOHO Pancoran, South Jakarta, merupakan jawaban atas kebutuhan residensial sekaligus bekerja pada satu hunian.

"SOHO menjadi jawaban bagi para professional yang sangat menghargai waktu dan fokus bekerja di tempat tinggalnya. Konsep Small Office Home Office ini sangat diminati di negara maju," katanya.

Sementara, lanjutnya, kebutuhan hunian vertikal yang juga sekaligus sebagai lokasi bekerja di daerah Jakarta Selatan masih tinggi.

Hal tersebut terbukti dengan sambutan positif dari pasar, yakni dengan total penjualan SOHO Pancoran, South Jakarta, telah mencapai 70 persen.

"Mayoritas pembeli yakni 'end-user' (pemakai) dan akan difungsikan sebagai kantor. Serah terima akan dilakukan akhir tahun ini," Project Director SOHO Pancoran South Jakarta, Kiky Rahardjo.

Proyek terintegrasi SOHO Pancoran, South Jakarta, berdiri di lahan seluas 7.700 m2 yang terdiri dari dua tower, yakni South Wing dengan tinggi 30 lantai dan North Wing setinggi 20 lantai.

Setiap unit yang ada di kedua tower tersebut memiliki luas 93 m2 sampai 133 m2. Total unit yang disediakan untuk kedua tower ini adalah 346 unit, dengan South Wing sejumlah 238 unit dan North Wing sejumlah 108 unit.

Menurut Veri, data dailysocial.net menyebutkan, industri kecil memiliki andil besar dalam meningkatkan perekonomian sebuah negara. Meski demikian, keberadaannya sering kali luput dari perhatian.

Salah satunya adalah bisnis "startup" yakni bisnis dengan basis teknologi yang tengah tumbuh di Indonesia.

"Pada 2015, terdapat 1.500 startup lokal yang berada di Indonesia. Saat ini, potensi bisnis start up di Indonesia mencapai 13 miliar dolar AS atau sekitar Rp175 triliun. Pemerintah menargetkan potensi itu meningkat menjadi 130 dolar AS (Rp 1.750 triliun) pada 2020," katanya.

Ia menambahkan, selain sebagai ibu kota, Jakarta juga merupakan pusat bisnis Indonesia. Kemunculan bisnis start up ataupun bisnis berskala kecil dengan jumlah karyawan kurang dari 10-15 orang yang semakin cepat, menciptakan tantangan baru bagi para pelaku industri properti. (Antara)

Load More