Suara.com - Ketua Umum Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) Hasan Basri menegaskan para pedagang pasar tradisional adalah perwujudan usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjadi aktor fundamental bagi perekonomian Indonesia. Sayangnya, akses pinjaman finansial dari industri perbankan kepada para pedagang pasar tradisional masih sangat sulit.
"Contohnya saja Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memang seharusnya bisa maksimal memfasilitasi ekspansi usaha para pedagang pasar. Nyatanya banyak anggota kita yang tidak bisa mengakses KUR karena terlalu banyak persyaratan yang sulit dipenuhi para pedagang pasar," kata Hasan saat dihubungi Suara.com, Minggu (6/3/2016).
Tak hanya itu, Hasan juga mengkritik penyaluran KUR yang seolah hanya menganggap dana bisa menyelesaikan segala persoalan para pedagang pasar tradisional. Seharusnya yang dilakukan pemerintah tak hanya mempermudah mendapat pinjaman dana dari perbankan berupa KUR, melainkan juga bimbingan pengelolaan usaha. "Perlu ada bimbingan dan perlindungan terhadap usaha para pedagang pasar tradisional bisa terus berkembang," ujar Hasan.
Hasan menegaskan DKI Jakarta sebetulnya sudah memiliki Perda yang melarang untuk mendirikan ritel modern berdekatan dengan pasar tradisional. Sayangnya, aturan ini menjadi macan kertas karena banyak pelanggaran yang dilakukan ritel modern dan pemerintah banyak mendiamkannya. "Padahal bimbingan dan proteksi dari pemerintah itu sebetulnya jauh lebih penting daripada kucuran dana KUR itu sendiri," jelas Hasan.
Dalam 15 tahun terakhir, perkembangan ritel modern seperti Giant, Careffour, Superindo, Indomaret, Alfamart, Ceriamart begitu luar biasa di Indonesia. Bahkan kehadiran toko-toko ritel modern tak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar di Indonesia, namun juga sudah merambah hingga pelosok daerah.
Pemerintah sendiri telah memasang target penyerapan KUR tahun iniditetapkan sebesar Rp103,24 triliun. Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan 19 bank dan lembaga keuangan non-bank sebagai penyalur KUR. Para penyalur KUR tersebut antara lain Bank BRI sebanyak Rp67,5 triliun, Bank BNI sebesar Rp11,5 triliun dan Bank Mandiri Rp13 triliun, yang merupakan tiga bank dengan jumlah penyaluran KUR paling banyak pada 2016. Selain itu bank swasta, seperti Bank BCA, Bank Artha Graha, BTPN dan Bank Bukopin serta Bank Pembangunan Daerah antara lain BPD Kalimantan Barat, BPD Nusa Tenggara Timur, BPD DI Yogyakarta, BPD Sulawesi Selatan Barat, BPD Jawa Tengah dan BPD Sumatera Utara.
OJK juga sedang meninjau kinerja empat tambahan perusahaan pembiayaan untuk menjadi penyalur KUR, masing-masing dialokasikan Rp1,5 triliun, yaitu BCA Finance, Adira Dinamika Finance, Mega Central Finance dan Federal Internasional Finance.
Sementara perusahaan penjamin KUR antara lain PT Jamkrindo, PT Askrindo, PT Jamkrida Riau, PT Jamkrida Sumatera Selatan, PT Jamkrida Bangka Belitung, PT Jamkrida Jawa Tengah dan PT Jamkrindo Syariah.
Berita Terkait
-
BRI RO Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun per Mei 2026, 250 Ribu UMKM Terima Manfaat
-
BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM
-
Penyaluran KUR Tembus Rp2,3 Triliun, BRI Klaten Perkuat UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah
-
Tembus Rp4 Triliun! BRI Banjarmasin Jadi Motor Penggerak UMKM di Kalimantan
-
Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya