Suara.com - Ketua Umum Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) Hasan Basri mengkhawatirkan keberadaan pasar tradisional saat ini. Menjamurnya berbagai ritel modern bahkan hingga pelosok daerah membuat keberadaan pasar tradisional semakin terjepit.
"Kita melihat perlindungan pemerintah terhadap pedagang pasar tradisional saat ini minim sekali," kata Hasan dalam wawancara dengan Suara.com, di Jakarta, Kamis (18/2/2016).
Hasan mengkhawatirkan dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ancaman terhadap keberadaan pedagang pasar tradisional akan semakin besar. Seharusnya sebelum ini diberlakukan, pemerintah sudah membangun sistem yang melindungi dan memperkuat para pedagang pasar tradisional yang nota bene adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menegah.
"Justru kami melihat pemerintah tidak melihat para pedagang pasar tradisional sebagai pelaku ekonomi yang penting," ujar Hasan.
Hasan mengakui, terutama di Jakarta, revitalisasi pasar tradisional sudah banyak dilakukan. Namun meski secara fisik bangunan pasar tradisional sudah lebih bagus, tidak ada pembinaan secara jangka panjang terhadap para pedagang pasar. "Akibatnya kemunculan banyak ritel modern kini menggerus dengan dasyat perolehan usaha para pedagang pasar tradisional," jelas Hasan.
Dalam 15 tahun terakhir, perkembangan ritel modern seperti Giant, Careffour, Superindo, Indomaret, Alfamart, Ceriamart begitu luar biasa di Indonesia. Bahkan kehadiran toko-toko ritel modern tak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar di Indonesia, namun juga sudah merambah hingga pelosok daerah.
Berita Terkait
-
Menghidupkan Kembali Pasar Tradisional di Tengah Gemerlapnya Belanja Online
-
Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional
-
Tanah Abang Bergeliat: Tren Butter Yellow hingga Paper Silk Jadi Primadona
-
Purbaya Borong Kain Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Sebut Pasar Tradisional Tidak Mati Suri
-
Penuh Sesak Pasar Tanah Abang Menjelang Lebaran
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit
-
Plastik Makin Mahal, Efeknya Bisa Bikin Harga Barang Ikut Naik
-
Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor
-
Pemerintah Mau Bangun Tol Gilimanuk-Mengwi, Butuh Duit Rp12,7 Triliun
-
Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%
-
IHSG Akhirnya Perkasa Naik 4 Persen, Ini Pemicunya