Suara.com - Harga minyak terangkat oleh penurunan tajam dolar AS dan munculnya kembali optimisme bahwa produsen-produsen utama akan mencapai kesepakatan pada bulan depan untuk membekukan tingkat produksi mereka.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April melonjak 1,74 dolar AS (4,5 persen) menjadi berakhir di 40,20 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah pertama kalinya WTI ditutup di atas 40 dolar AS sejak 3 Desember tahun lalu.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, patokan Eropa, menetap pada 41,54 dolar AS per barel, naik 1,21 dolar AS (3,0 persen) dari penutupan Rabu.
Harga minyak dunia menguat untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis (Jumat pagi WIB)), mendorong minyak mentah AS di atas 40 dolar AS per barel untuk pertama kalinya tahun ini.
Bob Yawger dari Mizuho Securities USA mengatakan alasan besar untuk reli adalah sinyal kebijakan Federal Reserve AS pada Rabu, yang termasuk mempertimbangkan kembali laju untuk kenaikan suku bunga AS selanjutnya.
Langkah The Fed itu mengirim dolar AS lebih rendah terhadap mata uang utama lainnya untuk hari kedua berturut-turut, mengangkat harga minyak mentah yang dihargakan dalam mata uang AS.
"Anda memiliki dolar yang lemah hari ini dan berkorelasi terbalik dengan minyak mentah, minyak mentah akan reli," kata Yawger. "Indeks dolar, misalnya, berada pada terendah lima bulan sementara pada saat yang sama Anda melihat tertinggi tiga bulan dalam minyak mentah. Itulah mengapa Anda melihat begitu banyak penguatan." Pelemahan dolar membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih murah dan lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
Penurunan produksi AS juga mendukung pasar. Produksi minyak mentah negara itu kehilangan 10.000 barel menjadi 9,068 juta barel per hari pada pekan lalu, menurut laporan mingguan dari Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dirilis Rabu.
Di sisi lain stok minyak mentah AS meningkat kurang dari yang diharapkan. Persediaan minyak mentah pekan lalu naik 1,3 juta barel menjadi 523,2 juta barel, 64,7 juta barel lebih besar dari satu tahun sebelumnya, menurut EIA.
Sementara itu, prospek pembicaraan pembekuan produksi pada 17 April antara produsen OPEC dan non-OPEC terus mendukung pasar. Tapi bank-bank sentral juga memainkan peran, kata Matt Smith dari ClipperData.
"Sementara produsen-produsen telah memainkan peran mereka dalam memicu kenaikan cepat minyak mentah, bank-bank sentral juga banyak berkontribusi terhadap reli baru-baru ini," katanya. "Suku bunga negatif, langkah-langkah stimulus dan kebijakan moneter akomodatif yang sedang berlangsung telah meningkatkan sentimen pasar." (Antara/AFP/Xinhua)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?
-
Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%
-
Penjualan Turun, IKEA Pangkas 800 Karyawan
-
Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026
-
Emas Antam Masih Murah Meriah, Harganya Cuma Rp 2,8 Juta/Gram
-
Banyak Pemudik saat Lebaran Bikin Kinerja Industri Asuransi Perjalanan Melonjak
-
Naik Whoosh Saat Lebaran, Bisa Dapat Diskon Hotel hingga Wisata Gratis
-
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Menhub Sarankan Mudik Balik Lebih Awal
-
Perhatian Pemudik! Jangan Pulang dari Kampung Tanggal 24-28-29 Jika Tak Mau Macet