Suara.com - Harga minyak dunia jatuh pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena para pedagang berspekulasi bahwa pertemuan produsen-produsen utama di Doha akhir pekan ini tidak akan menghasilkan langkah-langkah efektif untuk mengekang kelebihan pasokan global.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 1,14 dolar AS (2,7 persen) menjadi berakhir di 40,36 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan internasional, menetap pada 43,10 dolar AS per barel, turun 74 sen (1,7 persen) dari penutupan Kamis.
Setidaknya 18 negara produsen minyak mentah akan menghadiri pertemuan di Doha pada Minggu, sebagian besar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang dipimpin oleh Arab Saudi, dan beberapa produsen non-OPEC seperti Rusia, untuk membahas pembekuan produksi minyak mentah di tingkat Januari.
Namun seorang pejabat Iran, sebelum pertemuan, mengatakan bahwa negaranya akan menolak setiap batasan pada produksi sebelum mencapai tingkat pra-sanksi.
"Pasar tentu saja berada di bawah tekanan untuk mengantisipasi pertemuan Doha ini," kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates.
"Ekspektasi begitu rendah sehingga bahwa produsen-produsen OPEC dan non-OPEC akan melakukan apa pun dengan rincian signifikan yang melekat padanya," kata Lipow.
"Saya benar-benar memperkirakan mereka mengumumkan pembekuan dari tingkat produksi yang terlihat pada Januari atau Februari atau kombinasi keduanya, tanpa menetapkan jumlah aktual untuk itu dan meninggalkan pasar untuk menafsirkan berapa banyak produksi yang benar-benar berarti." Pasar naik minggu ini karena optimisme bahwa produsen-produsen utama bisa menyetujui pembekuan produksi untuk mengatasi bertahannya kelebihan pasokan global yang telah mendorong harga turun sekitar 60 persen sejak pertengahan 2014.
Para analis mengatakan hasil pertemuan bisa mengirim pasar melonjak atau jatuh.
Anggota utama OPEC, Arab Saudi, menegaskan tidak akan bergabung pada pembekuan produksi kecuali saingan regionalnya Iran melakukan langkah serupa. Iran, yang sedang bangkit dari sanksi-sanksi terkait nuklir yang dicabut pada Januari, diperkirakan akan mengabaikannya sampai produksinya mencapai tingkat pra-embargo.
Dalam twist mengejutkan pada Jumat, Teheran mengumumkan bahwa Menteri Minyak Bijan Zanganeh tidak akan bergabung dengan perundingan -- yang sebaliknya akan dihadiri oleh perwakilan OPEC Republik Islam itu.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Shana, kementerian Iran juga mencatat bahwa "Iran sudah mengumumkan tidak dapat bergabung dengan rencana untuk menstabilkan harga minyak" sementara produksinya masih di bawah tingkat pra-sanksi.
"Iran mendukung upaya-upaya ... untuk menstabilkan pasar dan mendukung harga," juru bicara kementerian minyak Akbar Nematollahi mengatakan seperti dikutip.
"Perwakilan Iran akan pergi ke Doha untuk menjelaskan posisi Iran dan menghidupkan kembali upaya-upaya untuk memperbaiki situasi pasar." Sementara itu, pasokan minyak dunia merosot 0,3 juta barel per hari pada Maret menjadi 96,1 juta barel per hari, menurut laporan pasar minyak yang dirilis Badan Energi Internasional pada Kamis. (Antara/AFP/Xinhua)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026