Pasar valas Tiongkok
Suara.com - Cina, pembeli utama surat utang pemerintah AS, meningkatkan kepemilikannya pada bulan Februari setelah memangkasnya selama dua bulan berturut-turut, data terbaru dari Departemen Keuangan menunjukkan, Jumat (15/4/2016).
Cina meningkatkan kepemilikan surat utang AS sebesar 14,4 miliar dolar AS menjadi 1,2523 triliun dolar AS pada Februari, setelah dipotong 8,2 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
Jepang, pemegang asing terbesar kedua surat utang AS, meningkatkan kepemilikannya sebesar 9,6 miliar dolar AS menjadi 1,1331 triliun dolar AS pada Februari.
Pada Februari, kepemilikan asing keseluruhan atas surat utang pemerintah AS naik menjadi 6,2362 triliun dolar AS dari 6,1833 triliun dolar AS pada Januari. (Antara)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini
-
Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi
-
Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat
-
Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini
-
Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026
-
Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat
-
Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku
-
Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina
-
AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket
-
Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026