Bisnis / Energi
Senin, 08 Juni 2026 | 14:20 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
Baca 10 detik
  • Indonesia impor 150 juta barel minyak dari Rusia hingga akhir 2026.
  • Impor dikelola Lemigas lewat Perpres 26/2026 demi pangkas birokrasi.
  • Skema menggunakan jalur G2G untuk memperkuat ketahanan energi.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa Indonesia resmi membuka keran impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia melalui Lemigas.

Tak main-main, volume minyak yang bakal diboyong dari Negeri Beruang Putih tersebut mencapai 150 juta barel. Jumlah jumbo ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri hingga akhir tahun 2026.

Menariknya, proses impor kali ini tidak lewat jalur biasa. Bahlil mengungkapkan, eksekusi impor minyak Rusia ini bakal digarap oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas.

"Salah satunya di antaranya (impor migas dari Rusia)," ujar Bahlil saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Legalitas karpet merah bagi Lemigas ini tertuang dalam payung hukum anyar, yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, BBM, dan/atau LPG untuk Ketahanan Energi Nasional yang diteken oleh Presiden Prabowo Subianto. Beleid tersebut memberikan kewenangan khusus kepada Badan Layanan Umum (BLU) di bidang energi, seperti Lemigas, untuk melakukan impor langsung.

Bahlil membeberkan, penunjukan BLU ini merupakan strategi taktis untuk memotong birokrasi yang selama ini dinilai berbelit-belit. Selain itu, skema ini membuka jalur transaksional yang lebih aman dan menguntungkan melalui kerja sama antar-pemerintah (Government to Government/G2G).

"Tujuannya apa? Agar memotong mata rantai daripada proses yang selama ini terjadi. Dan itu bisa G2G. Kalau Presiden katakanlah melakukan kerja sama dengan negara lain terkait dengan crude, itu bisa langsung G2G dan ditindaklanjuti lewat G2B (Government to Business) lewat negara," beber Mantan Ketua Umum Hipmi tersebut.

Pasca-terbitnya aturan baru ini, Bahlil menegaskan pihaknya bergerak cepat. Ia menjadwalkan pertemuan khusus dengan pihak Lemigas hari ini untuk mematangkan teknis pelaksanaannya.

"Hari ini, sebentar saya akan komunikasikan. Hari ini saya akan mulai bicara, karena arahan Bapak Presiden lewat Perpres itu bahwa impor sektor energi yang meliputi crude, BBM, ataupun LPG diharapkan agar bisa dikelola oleh BLU. Dalam hal ini Lemigas," pungkas Bahlil.

Baca Juga: Bahlil: Harga LNG Naik Bukan Hanya di Indonesia

Load More