Suara.com - Cina, pembeli utama sekuritas Surat Utang Negara AS, mengurangi kepemilikannya untuk bulan kedua berturut-turut pada Januari. Informasi ini ada dalam data terbaru dari Departemen Keuangan AS yang dipublikasikan pada Selasa (15/3/2016).
Cina mengurangi kepemilikan surat utang AS sebesar 8,2 miliar dolar AS menjadi 1,2379 triliun dolar AS pada Januari, setelah memangkasnya sebesar 18,4 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, Jepang pemegang asing terbesar kedua surat utang AS, meningkatkan kepemilikannya sebesar 0,9 miliar dolar AS menjadi 1,1235 triliun dolar AS pada Januari.
Pada Januari, kepemilikan asing secara keseluruhan atas sekuritas surat utang AS naik menjadi 6,1831 triliun dolar AS dari 6,1481 triliun dolar AS pada Desember. (Antara)
Berita Terkait
-
Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global
-
Dapat Perintah dari Putin, Rusia Kirim Bala Bantuan ke Iran
-
The Great Raid Masih Tayang di Netflix, Sajikan Perang Darat AS Ternekat di Filipina
-
Pernyataan Donald Trump soal AS Incar Kuba Jadi Sorotan Dunia
-
Perang Iran Picu Kerugian Global hingga 11,5 Triliun Dolar AS
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya
-
Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%
-
Trump Blak-blakan Ingin 'Rampas' Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Incaran Utama
-
Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk
-
Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)
-
Sikat 'Underground Economy', Bea Cukai-Pajak Segel Kapal Mewah di Teluk Jakarta
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!
-
Mark Up Video Promosi Desa: Pakar Sebut Amsal Sitepu Tak Bisa Dipidana Tanpa Bukti 'Kick Back'
-
IHSG Masih Diramal Bakal Tertekan, Cek Saham Hari Ini yang Cuan
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi