Suara.com - Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) dan Bank Pembangunan Asia (ADB) pada Senin (2/5/2016), menandatangani nota kesepahaman (MOU) untuk memperkuat kerja sama. AIIB menginformasikan kerjasama ini dalam sebuah pernyataan.
Kedua lembaga keuangan itu menandatangani MOU di kota Frankfurt, Jerman, di mana ADB sedang menyelenggarakan pertemuan tahunan dewan gubernur ke-49.
Perjanjian ini membuat pengaturan rencana untuk proyek-proyek yang dibiaya bersama (jointly-financed). Diskusi sudah dimulai tentang pembiayaan bersama proyek-proyek jalan dan air.
Dari proyek-proyek ini, diperkirakan yang pertama adalah pembangunan jalan raya M$ di Pakistan, jalan tol sepanjang 64 kilometer yang menghubungkan Shorkot ke Khanewal di Provinsi Punjab, menurut pernyataan itu.
AIIB dan ADB sepakat untuk memperkuat kerja sama, termasuk pembiayaan bersama, pada tingkat strategis dan teknis atas dasar "saling melengkapi, nilai tambah, penguatan kelembagaan dan keunggulan komparatif, serta saling menguntungkan," menurut MOU.
"Saya senang telah membuat langkah lebih jauh ke depan dalam kemitraan kami dengan ADB," kata Presiden AIIB Jin Liqun. "AIIB berharap untuk memperdalam hubungan kami yang sudah kuat dan memperluas kolaborasi kami karena kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan infrastruktur yang signifikan di kawasan Asia." "ADB telah bekerja sama dengan AIIB selama proses pembentukannya. Kami akan lebih memperkuat kerja sama di bidang pertumbuhan yang berkelanjutan, pengurangan kemiskinan, dan memerangi perubahan iklim," kata Presiden ADB Takehiko Nakao.
Melalui pembiayaan bersama, transfer pengetahuan, dan dialog kebijakan bersama dengan negara-negara anggota, kedua lembaga akan bekerja sama di bidang energi, transportasi, telekomunikasi, pedesaan dan pengembangan pertanian, air, pembangunan perkotaan, dan perlindungan lingkungan.
Kedua lembaga akan melakukan konsultasi tingkat tinggi reguler dan pengumpulan data untuk melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Kesepakatan Iklim COP21, menurut pernyataan itu.
AIIB, terletak di Beijing, secara resmi didirikan di Beijing pada Desember tahun lalu dan mulai beroperasi pada Januari.
ADB, yang berbasis di Manila, didedikasikan untuk mengurangi kemiskinan di Asia dan Pasifik melalui pertumbuhan ekonomi inklusif, pertumbuhan lingkungan yang berkelanjutan, dan integrasi regional.
Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 67 anggota -- 48 dari wilayah tersebut. Pada 2015, bantuan ADB mencapai 27,2 miliar dolar AS, termasuk pembiayaan bersama sebesar 10,7 miliar dolar AS. (Antara)
Berita Terkait
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
MoU Menteri Mukhtarudin dengan Tiga Gubernur: Realisasikan Program Quick Win Presiden Prabowo
-
MRT Siapkan TOD Medan Satria, Bakal Ubah Wajah Timur Jakarta
-
Telin dan Cabos de Timor-Leste, E.P. Perkuat Kolaborasi Bilateral Pengembangan Infrastruktur Digital
-
Finpay Telkom Gaet Asuransi ADB, Perluas Pasar Proteksi Digital
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Arief Muhammad Rambah Bisnis Baru, Portofolio Usaha Makin Besar
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru