Suara.com - Ekonom Institute for Development of Economic and Finance Eko Listiyanto pesimistis kalau kebijakan pengampunan pajak diberlakukan saat ini. Pasalnya, masih perekonomian masih lambat sehingga kebijakan tersebut tidak akan berjalan secara efektif.
“Sampai saat ini, pemerintah telah mengeluarkan 12 paket kebijakan ekonomi. Tapi ternyata di triwulan I pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,9 persen. Ternyata, kan kebijakan ekonomi ini belum berdampak signifikan kepada pengusaha. Ternyata insentif ini belum berdampak ke dunia usaha,” kata Eko dalam diskusi bertema Berburu Dana Repatriasi: Relevansi Tax Amnesty dan Data Panama Papers di Jakarta Pusat, Senin (9/5/2016).
Eko mengatakan para pengusaha saat ini sedang berpikir mengenai bagaimana menjaga laba perusahaannya agar tetap stabil di tengah kondisi perekonomian global yang juga tengah melambat.
“Bagaimana mau terealisasi. Pengusaha saat ini sedang memikirkan laba mereka jangan sampai minus. Karena memang sedang terjadi perlambatan. Jadi kalau diterapkan saat ini tidak akan memberikan dampak yang signifikan, malah bisa memberatkan pengusaha,” katanya.
Eko mengatakan hal terpenting yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah menjaga peran kebijakan fiskal pemerintah agar berjalan dengan baik agar penerimaan negara tidak mengalami penurunan. Pasalnya, jika hanya penerimaan pajak saja belum cukup untuk membuat perekonomian di dalam negeri lebih baik.
“Dalam kondisi pelemahan ekonomi, peran kebijakan fiskal melalui belanja Pemerintah dianggap semakin penting, terutama untuk menopang penerimaan negara akibat lesunya dunia usaha dan menurunnya kontribusi ekspor akibat ekonomi global yang masih melemah. Mengoptimalkan upaya peningkatan penerimaan pajak dari peningkatan atau perbaikan database Wajib Pajak yang dilakukan selama ini dipandang belum efektif dalam mendongkrak penerimaan pajak bagaimana mau menarik,” kata Eko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Kemenkeu Kantongi Rp 14,15 Triliun dari Penunggak Pajak Jumbo
-
Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tuntutan Buruh Minta THR Bebas Pajak
-
Klarifikasi DPR soal Polemik MBG Sedot Anggaran Pendidikan
-
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
-
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Gimana Nasib Penerbangan Umrah?
-
Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban
-
Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA
-
Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz