Suara.com - Sebagian besar masyarakat masih menganggap menabung dan berinvestasi adalah hal yang sama. Meski hal yang dilakukan adalah sama-sama menyisihkan uang untuk disimpan, tetapi sejatinya kedua kegiatan ini merupakan hal yang berbeda.
Menabung diartikan sebagai suatu kegiatan menyisihkan dan menyimpan sejumlah uang yang dapat digunakan di kemudian hari. Kita dapat menabung kapan saja dan dimana saja, sejak dulu orang tua kita pun sudah mulai mengajarkan untuk menyimpan uang di celengan atau tempat yang dirasa aman untuk menyimpan uang.
Seiring dengan berkembangnya zaman, kini kegiatan menabung ini bisa kita lakukan pada institusi/lembaga seperti bank yang dapat memberikan rasa aman yang lebih tinggi dibandingkan kita menyimpan uang di dalam rumah yang rentan hilang atau pencurian. Umumnya produk bank yang biasa dikenal oleh masyarakat umum adalah deposito dan tabungan. Keuntungan menyimpan uang pada bank ini, selain lebih aman, kita juga menerima bunga dari uang yang kita simpan.
Sementara berinvestasi merupakan suatu kegiatan menanam uang (modal) yang kita miliki dengan harapan akan memperoleh pertumbuhan nilai di kemudian hari atau dapat menambah penghasilan. Biasanya kegiatan investasi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam jangka panjang yang akan datang dengan tujuan keuangan tertentu yang membutuhkan dana yang besar. Misalnya, kita berinvestasi untuk menyiapkan biaya sekolah anak, membeli kendaraan, pergi haji atau menyiapkan dana hari tua (masa pensiun).
Mengingat adanya kenaikan tingkat harga (inflasi) yang terjadi setiap tahun semakin tinggi, maka kegiatan investasi ini harus dilakukan setiap orang untuk menjaga kemampuan daya belinya di masa mendatang. Sebab, potensi keuntungan (return) yang dihasilkan dari berinvestasi bisa lebih besar dan mampu melawan inflasi yang terjadi.
Investasi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu investasi melalui aset riil ataupun aset keuangan. Investasi pada aset riil ini merupakan jenis investasi yang dapat kita lihat nyata fisiknya seperti emas (logam mulia), rumah dan tanah (properti), dan bentuk usahan/bisnis yang dikelola sendiri. Sedangkan investasi melalui aset keuangan ini merupakan investasi yang dilakukan melalui produk-produk pasar modal seperti reksa dana, saham, dan obligasi.
Hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi adalah risiko, karena setiap jenis investasi mengandung risiko dan keuntungan yang saling berbanding lurus. Artinya, semakin tinggi risiko yang dapat kita tanggung maka potensi keuntungan akan semakin besar pula (high risk high return).
Di sisi lain, berkaitan dengan risikonya, menabung relatif lebih aman bila dibandingkan dengan investasi. Namun keuntungan (return) yang dihasilkan pun kecil yang sesuai konsep low risk low return.
Menabung biasanya untuk tujuan keuangan jangka pendek dan menjadi tempat untuk dana darurat karena memiliki likuiditas yang tinggi. Apabila sewaktu-waktu kita membutuhkan dana, uang tabungan dapat langsung ditarik atau dicairkan. Sedangkan berinvestasi utamanya untuk jangka waktu panjang sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih maksimal. Beberapa jenis investasi, misalnya properti dan dalam bentuk usaha tidak mudah dicairkan dalam waktu dekat sehingga bukan untuk tempat dana darurat atau kebutuhan mendesak.
Idealnya, dalam mengatur keuangan adalah kita memiliki tabungan yang dijadikan sebagai darurat dan investasi sebagai tempat untuk mengembangkan uang yang dapat memenuhi kebutuhan atau tujuan keuangan di masa depan. Selain itu, sebaiknya kegiatan menabung dan investasi ini disesuaikan dengan tujuan keuangan berdasarkan jangka waktu sehingga kita dapat memilih produk tabungan atau investasi yang cocok.
| Published by Bareksa.com |
Tag
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite