Dalam upaya untuk meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), meningkatkan rasio elektrifikasi, serta mempercepat program melistriki desa yang belum berlistrik, pada hari Senin, (30/5/2016), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melaksanakan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dan kontrak pembelian excess power dengan Pengembang Pembangkit EBT tersebar di Regional Sumatera dengan total kapasitas 115,6 MW dan penandatanganan MOU pengembangan pembangkit EBT sebesar 14,7 MW.
Adapun rincian lokasi- lokasi pembangkit EBT dan excess power yang PPA nya di tandatangani tersebut antara lain:
• Provinsi Sumatera Utara : Pembangkit Mini Hidro dengan pengembang PT. Bakara Energi Lestari sebesar 10 MW terletak di desa Siunong-Unong Humbang Hasundutan. Selain itu Pembangkit Listrik tenaga Biogass sebesar 1 MW dengan pengembang PT Siringo-ringo terletak di Desa Sidomulyo, Labuhan Batu.
• Provinsi Riau : Pembangkit Biomass sebesar 15 MW dengan pengembang PT. Riau Prima Energi berlokasi di Pangkalan Kerinci. Pembangkit berbahan bakar Biogas sebesar 1 MW juga akan dibangun di Pasir oleh pengembang PT. Permata Hijau Sawit. Selain itu ada juga PLTMG (excess power) sebesar 25 MW di Pelalawan dengan pengembang PT. Langgam Power.
• Provinsi Sumatera Barat : PLTM 13,4 MW akan dibangun di Desa Pelangai Gadang, Pesisir Selatan oleh pengembang PT. Dempo Sumber Energi.
• Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu : PLTMH dengan total daya sebesar 21,2 MW akan dibangun tersebar di Kota Agung Lahat, Banding Agung-OKU Selatan, Muara Kisam-OKU Selatan, Padang Guci Hulu-Seluma, Kepahiang, Rejang Lebong dan Bengkulu Utara yang akan dibangun oleh pengembang PT. Green Lahat, PT. Nusantara Indah Energindo, PT. Midigio, PT. Sahung Brantas Energy, PT. Malaka Guna Energi, PT. Tropisindo Sumber Energi dan PT. Klaai Dendan Lestari.
• Provinsi Bangka Belitung : Pembangkit Biomass dan Biogas dengan total daya sebesar 14 MW akan tersebar di desa Cengkong Abang sebesar 2 MW yang dikembangkan oleh PT. Bangka Biogas Sinergy, di Desa Mempaya Bangka sebesar 7 MW dikembangkan oleh Belitung Energy dan di Desa Tempilang Belitung sebesar 5 MW dikembangkan oleh Listrindo Kencana.
• Provinsi Lampung : PLTM yang dikembangkan oleh PT. Uway Energy Perdana sebesar 7 MW akan dibangun di Desa Kemu, Kab Way Kanan. Selain itu Pembangkit Biomass juga akan dibangun sebesar 3 MW di desa Gunung Batin Lampung Tengah oleh PT. Gunung Madu Plantations.
Excess Power PLTU sebesar 17 MW dari PLTU Pelabuhan Tarahan sebesar 10 MW dan PLTU PT. Budi Starch & Sweetener Tbk sebesar 7 MW juga akan menambah daya di Lampung.
Sementara di Pulau Simuleu Aceh akan dikembangkan pembangkit dengan bahan bakar CPO sebesar 5 MW.
Perwakilan pengembang yang diwakili oleh Sutjipto, Direktur PT Sahung Brantas Energy menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan kerjasama jangka panjang dan harus dijaga untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk mengembangkan potensi-potensi yang lain untuk memenuhi daerah yang belum berlistrik,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/5/2016).
Sementara itu Direktur Bisnis Regional Sumatera Amir Rosidin menyampaikan bahwa energi ini sangat dibutuhkan untuk melistriki Sumatera. “Saat ini beban di Sumatera sekitar 5.250 MW. Kami berharap dalam 2 tahun sudah berjalan dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” tambahnya dalam kesempatan yang sama.
Sampai dengan Mei 2016, Pembangkit Listrik Mini Hidro (kapasitas <10 MW) yang sudah beroperasi di wilayah Sumatera sebesar 115 MW yang tersebar di 31 lokasi, sementara 130 MW pada yang tersebar pada 18 lokasi memasuki fase konstruksi. Sementara komposisi energi mix pada sistem kelistrikan Sumatera, Gas 35,7 persen, Batubara 32,6 persen, PLTA 16 persen, Panas Bumi 2,7 persen dan BBM 13 persen.
"Dengan ditandatanganinya PPA dan kontrak pembelian excess power kemarin, makin menunjukkan komitmen PLN untuk terus mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan dalam upaya meningkatkan rasio elektrifikasi dan melistriki desa yang belum berlistrik sehingga target Rasio Elektrifikasi sebesar 98 % pada tahun 2019 dan target porsi EBT 25 % pada tahun 2025 dapat tercapai," tutup Amir.
Berita Terkait
-
Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN
-
Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar
-
Pemadaman Listrik di Jawa Jadi Alarm Ketahanan Energi: IESR Soroti Ketergantungan pada Batu Bara
-
Garuda Muda Tersingkir di Semifinal Piala AFF U-19 2026
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen